Perdagangan yang dilakukan imigran zaman dahulu masih bisa dilihat di pusat budaya bagi pendatang bangsa Arab pertama di Singapura. Saat berjalan santai Anda akan menjumpai toko-toko kecil penjual karpet, kain, kerajinan dan keranjang rotan.
Sebagai wujud keragaman, daerah ini juga tempat White Room and Straits Records, yang menjual kaset dan CD band lokal bekas pakai. Kunjungi Bussorah Mall yang baru dibangun di mana rok warna-warni, syal dan perabotan rumah tangga memanggil-manggil dari balik jendela toko.
Tidak ada yang mengalahkan Arab Street untuk berbelanja bergaya basar dengan karakter etnik yang sesungguhnya! Di sini, Anda dapat melihat-lihat ke toko-toko kecil yang menyenangkan, menawar sesuka hati dan pulang dengan pernak pernik perhiasan dan cinderamata yang paling mempesona dengan harga miring.
Barang-barang yang paling menyolok adalah keranjang dan barang-barang dari rotan, jerami, dan pandan yang ditaruh di trotoar – mulai dari kereta bayi sampai tikar, kursi gantung sampai nampan. Toko-toko ini juga menyimpan tas kulit unta yang menarik, kotak rias, peralatan menjahit, dan alat memancing untuk pemancing pemula maupun profesional.
Arab Street adalah pusat masyarakat Muslim di mana dahulu menjadi tempat penjualan utama dari tutup kepala laki-laki Muslim (songkok), kitab suci Al’Quran, sajadah dan tekstil. Saat ini, kebanggaan utama dari Kampong Glam dan Arab Street adalah tekstil. Bal-bal kain sifon, sutra, katun georgette dan kain mewah lainnya memenuhi trotoar, dalam corak warna bagai pelangi. Daerah ini juga terkenal untuk batik dari Indonesia dan Malaysia, kain buatan tangan yang sangat indah dengan metode pencelupan lilin dan biasanya dijual sepanjang sarung. Batik cetak mesin dengan rancangan tradisional juga tersedia dalam satuan meter atau dalam bentuk celana pendek, baju santai, dasi, taplak meja dan berbagai barang jadi lainnya.
Cara ke Kampong Glam & Arab Street: MRT terdekat Bugis MRT.















