Browsing the archives for the Testimoni Wisata Singapura category.
Jaminan harga hotel termurah
Dapatkan hotel dengan harga termurah di Singapura.
Garansi uang kembali dan dapatkan bonus poin !

Berwisata murah ke Singapura by Blueracer

Testimoni Wisata Singapura - 2,136 views
Print artikel ini Print artikel ini - Email artikel ini ke teman Anda Email artikel ini ke teman Anda

in-merlon

Rencanakan liburan anda ke singapura dari jauh hari, dengan demikian harga tiket akan bisa dapat yang murah. kunjungilah travel agent yang sudah sering menangani liburan ini

1. Kemana-mana gunakanlah transportasi umum, MRT atau Bus. hanya dengan ez – link, anda sudah dapat berkeliling singapura dengan murah

2. Makanlah di foodcourt atau night market

3. Kemana-mana bawalah minum dari rumah karena harga minuman di Singapura itu mahal, hampir setengah dari harga makanannya sendiri.

4. Menginaplah di apartemen atau kamar yang murah. Biasanya menginap di apartemen akan lebih murah karena tidak ada pajak. Biasanya orang-orang Indonesia yang datang ke Singapura menginap di apartemen lucky plaza karena dekat kemana-mana.

5. Jika ingin tetap berkomunikasi dengan sering di Singapura. Anda bisa tetap telpon lewat telpon umum  ke Indonesia dengan biaya murah tanpa harus pakai roaming Internasional. dengan kartu singtel.

Mimpi kali ye? Ke Singapore cuma modal 2 juta perak? Jawabnya nggak juga tuh. Mau ke Singapore cuma modal 2 juta rupiah? Baca nih yang teliti panduan wisata ke Singapura selama 3 hari 2 malam cuma dengan 2 juta rupiah, sudah termasuk tiket, penginapan, makan pagi-siang-malam, transportasi selama di Singapura dan juga oleh-oleh buat sanak saudara.

Hal yang paling penting yang harus dipersiapkan adalah tiket pesawat dan hotel. Untuk itu kita harus mendapatkan harga yang termurah untuk 2 hal ini. tiket bisa kita dapatkan sewaktu penerbangan budget airlines sedang memberikan promo tiket murah. Untuk itu pantau terus promo tiket penerbangan agar tidak ketinggalan promo tiket murah. Harganya memang bervariasi tapi biasanya jika sedang promo tiket penerbangan ke Singapura tidak akan lebih dari SGD$50, pulang pergi.

Lalu untuk penginapan kita bisa mencari penginapan murah di lucky plaza atau kamar-kamar murah di apartemen Singapura lainnya. Biasanya budget untuk penginapan sekitar $50-$70/malam. Untuk bisa mendapatkan paket perjalanan paling murah, jumlah orang yang disarankan adalah 3 orang. Misalkan harga kamar untuk bertiga adalah $110 atau $70 untuk berdua. Jadi untuk biaya penginapan satu orang keluar sekitar SGD$35. Rencananya kita akan menginap 2 malam di Singapura dengan begitu biaya untuk penginapan SGD$70. Jadi total biaya tiket dan penginapan adalah SGD$120. Dan uang jajan di kantong masih ada SGD$180. Jika ingin tinggal di hotel murah, anda bisa mendapatkan hotel yang benar-benar murah dengan harga mulai SGD$30/malam.

near-esplanade

Hari Pertama: Mari kita mulai petualangan kita di Singapura dengan modal SGD$180. Hari pertama sampai di Singapura kita akan langsung menuju penginapan kita di Orchard road. Cara dari Changi Airport ke Orchard Road bisa dilihat di peta mrt. Untuk ongkos MRT sekitar $2. Lalu isilah hari pertama anda untuk mengeksplor jalan Orchard ini. Ada banyak mall menarik dan juga spot-spot untuk berfoto yang tidak boleh dilewatkan sebagai tanda mata kalau kita sudah pernah ke Singapura. Lalu kalau mau makan murah, pergilah ke lantai paling bawah Lucky Plaza. Disitu ada foodcourt yang menjual makanannya cukup murah. Anda akan banyak bertemu turis dari Indonesia disitu. Hal yang penting kalau makan di Singapura, minumnya mahal. Sekali minum bisa habis sekitar $1 – $2. Itu sudah setengah dari harga makanan. Jadi lebih baik kalau mau irit, bawa saja air minum dari rumah. Satu lagi, air minum dari keran di Singapura itu sudah steril, jadi bisa langsung diminum tanpa perlu dimasak lagi.

Jika sudah puas menjelajahi Orchard, kita pergi ke bugis street (ongkos SGD$2). Disini kita bisa hunting oleh-oleh / souvenir untuk keluarga dan teman kita di Indonesia. Gantungan kunci 18 buah seharga $10, lalu ada kaos dan asesoris lainnya. Juga ada banyak pakaian, tas, dll murah disini tapi kalau kita dari Indonesia, pastinya lebih murah di Indonesia. Kalau mau cari makan disini juga banyak tempat makan yang murah. Carilah foodcourt-foodcourt yang ada dipinggir jalan di daerah Bugis ini. Anda bisa makan dengan kenyang hanya dengan $5-$7. Setelah puas berbelanja, pergilah ke clarke quay untuk menikmati kehidupan malam di Singapura (ongkos SGD$1.5).

Ingat! Makanan dan minuman di sepanjang Clarke Quay mahal-mahal. Jadi kalau memang budgetnya 2 juta perak. Disarankan cuma jalan-jalan aja, jangan makan minum disini. Ongkos pulang ke Orchard dari Clarke SGD$2.

Ongkos Changi – Orchard = SGD$2
Ongkos Orchard – Bugis – Clarke – Orchard = SGG $5.5
Makan siang dan malam di foodcourt SGD$7×2 = SGD$14.
Beli oleh-oleh = SGD$30
Jadi total hari pertama di Singapura SGD$49.5. Sisa uang: $130.5

Hari kedua kita pergi melihat maskot negara Singapura yaitu patung Merlion. Sarapan di McD sekitar $3, dapat 1 cheese humberger dan segelas coke. Lalu kita berangkat ke merlion park. Ongkos dari Orchard ke Raffles Place sekitar SGD$1,5. Jalan-jalan, foto-foto disekitar Merlion Park jangan lupa mampir ke Esplanade untuk melihat ada acara atau even apa disitu. Seringkali ada konser gratis disitu jadi selagi kita disitu kita bisa nonton konser gratis di Esplanade. Petualangan selanjutnya kita berangkat ke sentosa island. Ongkos naik MRT SGD$2 turun di HarbourFront ditambah ongkos naik Sentosa Express dari VivoCity $3. Sebelumnya jangan lupa untuk mengisi perut dulu di Food Republic di VivoCity tepat di sebelah pintu masuk menuju Pulau Sentosa. Budget makan siang sekitar $7-$10 karena makanan disini cukup mahal. Selanjutnya puaskanlah diri anda dengan mengeksplor pulau Sentosa ini. Salah satu wahana yang harus dicoba adalah song on the sea. Tiket masuk SGD$15. Malah harinya anda bisa menikmati makan malam di china town atau little india.  Ongkos $2 dan makan malam sekitar $10.

Sarapan = $3
Ongkos Orchard – Raffles Place – Sentosa Island – China Town / Little India – Orchard = $11.
Makan Siang + Makan Malam = $20
Tiket Song of The Sea = $15

Total pengeluaran hari kedua = $49. Sisa uang $81.5

Hari ketiga jika anda pulang dengan penerbangan malam, sempatkan diri anda untuk mengunjungi Singapore Zoo atau chinese garden dimana kita bisa melihat pemandangan kota Singapura dari ketinggian 160 meter diatas permukaan laut. Tiket masuk Singapore Flyer SGD$29.50 dan Singapore Zoo SGD$18. Dengan sisa uang SGD$81.5 anda bisa gunakan untuk berbelanja, makan enak atau beli oleh-oleh di Singapore Custom (Airport) dimana barang-barang tidak dikenai pajak.

semoga tips diatas dapat membantu anda agar dapat berlibur dengan murah di singapura.. posting by blueracer.

1 Comment
Gabung di Group Wisata Singapura Untuk bertanya dan sharing informasi tentang berwisata ke Singapura, silahkan Anda bergabung ke Group Wisata Singapura. Di group ini Anda bisa berinteraksi dengan member-member yang lain agar Anda sekalian bisa bertukar pikiran, memberikan masukkan kepada teman yang lain, juga bisa sharing tentang pengalaman liburan Anda di Singapura. Klik di link berikut untuk bergabung ke Group Wisata Singapura.
Jaminan harga hotel termurah
Dapatkan hotel dengan harga termurah di Singapura.
Garansi uang kembali dan dapatkan bonus poin !

Tiket Murah Jakarta – Singapura / Singapura – Jakarta dari LionAir

Testimoni Wisata Singapura - 993 views
Print artikel ini Print artikel ini - Email artikel ini ke teman Anda Email artikel ini ke teman Anda

Saya dan istri saya tinggal dan bekerja di Singapura. Tahun 2009 ini saja istri saya sudah pulang 5 kali ke Indonesia dimana saya 3 kali. Biasanya kami memakai penerbangan Jestar atau Air Asia. Sejak AirAsia menyediakan penerbangan langsung ke Bandung (kampung halaman istri saya), kami lebih sering menggunakan jasa AirAsia. Selain tiketnya murah juga bisa langsung turun di Bandung tanpa harus mampir dulu di Jakarta seperti penerbangan lainnya.

Awal desember 2009 kemarin istri saya ingin sekali pulang ke Bandung untuk merayakan tahun baru bersama keluarganya, kebetulan ada saudara sepupunya yang pulang dari Jerman jadi mereka ingin reuni dengan keluarga besar bersama untuk merayakan tahun baru. Sungguh mendadak sekali dan bukan saat yang tepat untuk membeli tiket karena pastinya akan mahal sekali. Pertama kondisinya sedang high season dan kedua waktunya mepet (biasanya kalau waktu mepet-mepet tiketnya bakal mahal sekali).

Setelah membandingkan harga tiket dari seluruh penerbangan, saya ingin berterima kasih kepada penerbangan LionAir yang biasanya kami jadikan pilihan terakhir kalau dalam hal harga tiket yang murah akan tetapi kali ini LionAir sepertinya baru saja meluncurkan promo penerbangan ke Singapura dan yang beda juga adalah website LionAir menjadi lebih user friendly dan enak dilihat. Akhirnya kami mendapatkan tiket murah Singapura – Jakarta untuk tanggal 31 Desember 2009 – 6 Januari 2010. Harga tiket kami berdua cuma S$180 untuk berdua, pulang pergi pula. Hebat bukan? LionAir sungguh dahsyat !!! Maju terus Lion Air, jangan kalah dengan AirAsia dan Jestar. Mereka bisa memberikan harga murah, pelayanan ok dan pesawatnya juga bagus. Kenapa LionAir tidak?

Saran sedikit untuk Lion Air. Budget Airlines seperti AirAsia dan Jestar selalu mencari uang tambahan dengan menjual makanan serta merchandise di dalam pesawat, sepertinya Lion Air juga harus meniru cara ini. Penumpang juga membutuhkan makanan dan minuman selama diperjalanan dengan demikian kebutuhan penumpang terpenuhi dan Lion Air mendapatkan keuntungan tambahan. Win-win solution bukan?

Salam,
David Hansel

No Comments
Gabung di Group Wisata Singapura Untuk bertanya dan sharing informasi tentang berwisata ke Singapura, silahkan Anda bergabung ke Group Wisata Singapura. Di group ini Anda bisa berinteraksi dengan member-member yang lain agar Anda sekalian bisa bertukar pikiran, memberikan masukkan kepada teman yang lain, juga bisa sharing tentang pengalaman liburan Anda di Singapura. Klik di link berikut untuk bergabung ke Group Wisata Singapura.
Jaminan harga hotel termurah
Dapatkan hotel dengan harga termurah di Singapura.
Garansi uang kembali dan dapatkan bonus poin !

Ternyata Masih Ada Wisata Alam di Singapura

Testimoni Wisata Singapura - 684 views
Print artikel ini Print artikel ini - Email artikel ini ke teman Anda Email artikel ini ke teman Anda

Singapura – Rasanya memang sulit membayangkan bahwa ”kota singa”, yang kini kita kenal sebagai sebuah negara-kota modern, pada abad ke-19 pernah berada dalam kondisi seperti dikisahkan Alfred Russel Wallace dalam The Malay Archipelago. Wallace berkisah tentang Bukit Timah yang berhutan lebat dengan harimau berkeliaran di dalamnya. Harimau yang mengancam pekerjaannya mengumpulkan serangga untuk koleksi biologi. Perubahan yang telah terjadi selama 150 tahun bukan saja telah mengubah wajah Singapura, tetapi juga sama sekali tak menyisakan wajah lamanya.

Courtesy of dewiman2kediri.wordpress.com

Courtesy of dewiman2kediri.wordpress.com

SH/Agung Prabowo
Melihat pemandangan Kota Singapura dari mulut patung Lion Park,
Pulau Sentosa (atas).

Tempat yang dikisahkan Wallace di atas adalah Bukit Timah. Antara tahun 1854 hingga 1862, Wallace mengisahkannya sebagai tempat yang berbukit-bukit, diselimuti hutan, dihuni harimau, dan merupakan salah satu tempat terkaya keanekaragaman serangga di dunia.
Kini, di abad ke-21, kita menemukan Bukit Timah sebagai sebuah jalan raya yang terletak di kawasan antara pusat kota Singapura dan Bandara Changi. Jalan yang bersih, dengan kawasan yang tertata baik pula di kiri kanannya. Tetapi tak menyimpan sesuatu yang istimewa.
Baik bukit maupun hutannya, yang begitu dikagumi Wallace, telah lama lenyap. Mohammed Amen, salah seorang pemandu dari Singapore Tourism Board, mengatakan bukit-bukit di Singapura telah lama lenyap karena diratakan. Tanahnya digunakan dalam proyek reklamasi pantai. ”Sekarang di Singapura bisa dikatakan tak ada lagi bukit,”ujarnya.
Dan bukit-bukit bukan satu-satunya yang telah lenyap. Hutan tropis alami, juga telah lama mengalami nasib serupa.
Meskipun demikian, jangan lalu membayangkan Singapura sebagai sebuah pulau datar yang gersang. Hutan, tanah, dan sumber daya alam lain mungkin telah habis selama proses pembangunan Singapura. Namun, seperti umumnya negara yang telah berhasil mengangkat diri menjadi negara maju, kesadaran untuk mengembalikan lingkungan hidup kepada kondisi semula pun kembali muncul.
Pemerintah Singapura menghabiskan dana jutaan dolar untuk mengolah sampah, membangun taman-taman, membersihkan sungai dan laut, serta menekan tingkat polusi. Bahkan, pemerintah Singapura menciptakan beberapa fasilitas tempat masyarakat Singapura bisa sejenak melupakan pemandangan gedung-gedung tinggi, dan menikmati keindahan hutan tropis serta berbagai satwa yang hidup di dalamnya. Semuanya, tentu saja, buatan tangan manusia.

Kabut Buatan
Salah satu fasilitas tiruan alam itu adalah Taman Burung Jurong. Taman burung seluas 20 hektar terletak di tengah kawasan industri Jurong. Ia bisa dikatakan sebagai sebuah tiruan alam yang berhasil. Pepohonan dan perdu tumbuh rimbun. Sementara burung-burung kecil yang sengaja dilepas bebas terlihat beterbangan di antaranya.
Beberapa tiruan memang terlihat janggal. Contohnya sebuah batang pohon tiruan berukuran raksasa terbuat dari beton. Tampaknya ingin meniru pohon-pohon seperti yang lazim kita temui di hutan Kalimantan.
Tetapi, beberapa tiruan lain, seperti sebuah air terjun tinggi, benar-benar terlihat seperti asli hasil kreasi alam. Suasana alami yang teduh di sekitar air terjun itu diperkuat dengan munculnya kabut di antara dedaunan dan sepanjang sungai buatan. Kita seolah-olah berada di tengah alam pegunungan. Jangan kaget, kabut itu juga buatan, yang ditiupkan dari beberapa blower yang tersembunyi di antara tanaman.
Meski seluruhnya tiruan, tak bisa dipungkiri bahwa suasana alami di taman burung itu sangat terasa. Salah satu penyebabnya, adalah konsep kandang terbuka, yang digunakan untuk beberapa jenis burung. Beberapa jenis burung seperti nuri, kakaktua, merpati dan flamingo, ditempatkan di kandang terbuka. Benar-benar tak terpisah dari alam bebas.
Bisa dikatakan, burung-burung itu sebenarnya tak terkandang, dan mereka bisa saja terbang meninggalkan taman burung kalau mereka mau. Tak adanya pembatas fisik dengan alam bebas itu juga membawa masuknya burung-burung liar.

Sumber: http://dewiman2kediri.wordpress.com/2008/03/25/teori-matematika/

No Comments
Gabung di Group Wisata Singapura Untuk bertanya dan sharing informasi tentang berwisata ke Singapura, silahkan Anda bergabung ke Group Wisata Singapura. Di group ini Anda bisa berinteraksi dengan member-member yang lain agar Anda sekalian bisa bertukar pikiran, memberikan masukkan kepada teman yang lain, juga bisa sharing tentang pengalaman liburan Anda di Singapura. Klik di link berikut untuk bergabung ke Group Wisata Singapura.
Jaminan harga hotel termurah
Dapatkan hotel dengan harga termurah di Singapura.
Garansi uang kembali dan dapatkan bonus poin !

Liburan ke Singapore oleh Dewi Mayasari

Testimoni Wisata Singapura - 755 views
Print artikel ini Print artikel ini - Email artikel ini ke teman Anda Email artikel ini ke teman Anda

Berawal dari perbincangan saya dengan teman saya. Teman saya mengatakan bahwa kakak nya mendapat Promo Murah Tiket Air Asia, Maka saya pun ikut membuka web Air Asia, dan benar saya mendapatkan tiket Murah Jogjakarta – Singapore PP Rp.475.000 per orang.

Setelah berdikusi dengan keluarga, akhirnya di putuskan untuk membeli tiket tersebut. Total saya beli tiket untuk 4 Orang (Satu keluarga).

Kemudian langkah ke dua yang saya lakukan, adalah mencari Hotel murah. Saya sudah browsing kemana-mana untuk mencari Hotel Murah dan akhirnya menemukan web Wisata Singapura, Saya sangat senang menemukan website ini karena semua informasi yang saya butuhkan tertera disana.

Saya juga bertanya ke Tour langganan saya untuk akomodasi di Singapura, Lalu oleh tour langganan saya tersebut, saya di tawari Paket Singapura 3 Hari 2 Malam. Kami memutuskan untuk ikut Private Tour.

Hari yang lama di tunggu akhirnya pun tiba. Pagi2 kami menuju ke Airport Adisucipto Yogyakarta, karena penerbangannya pukul 07.30. Setelah tiba di Singapura, kami dijemput oleh Tour Guide kami, Namanya Bapak Alias. Orangnya baik dan Ramah. Karena Hotel di Singapura baru mengijinkan Check in pukul 3 sore, sedangkan saat ini jam baru menunjukan pukul stg 12, maka kami diajak mengunjungi Patung Merlion dan Gedung Esplanade. Kata Pak Alias, tidak Sah kalo pergi ke Singapura tidak berfoto di merlion. Maka Kami Mulai Foto2 disana.

Merlion Park

Setelah dari Merlion, kami diajak ke Suntec City, diajak mengunjungi pabrik Coklat, Coklatnya enak-enak dan bervariasi, kemudian kami makan di Restaurant Lokal. Selepas itu kami di ajak ke zhong lai, sebuah toko yang menawarkan berbagai macam souvenir khas singapura, Tetapi kami tidak beli banyak barang disitu karena berdasarkan cerita orang-orang, di China Town/Bugis, bisa dapat lebih murah lagi. Setelah dari Zhong lai, kami menuju ke Orchard Road. Kami pergi ke Takashimaya Mall, dan Herren Mall. Kami merasa kurang puas karena waktu nya hanya sebentar, karena kami harus mengejar waktu ke Night Safari.

Setelah dari Orchard , kami diantar ke Hotel. Kami menginap di Hotel Quality Singapore di Belestier Road. Setelah istirahat sebentar dan menaruh barang-barang, kami sekeluarga menuju ke Night Safari, Kebetulan disana sedang ada Haloween Party. Jadi seru. Banyak kejadian2 lucu dan mengesankan.

Night Safari

Kami diajak berkeliling naik tram untuk mengitari Night Safari. Setelah dari Night Safari, kami sekeluarga diantar kembali ke Hotel. Setelah kembali ke hotel, kami jalan-jalan di sekitar Hotel. Kami menemukan sebuah toko roti yang menjual kue yang sangat enak. Kami berencana akan memborong kue tersebut bila besok kembali lagi ke Singapura.

Hari Kedua kami di mulai pukul 09.00 pagi waktu Singapura. Kami menuju ke China Town, disana terdapat suatu Temple yang sangat bagus, dan juga disana terdapat kios2 yang menjual barang-barang murah.

Chinatown

Di China Town juga terdapat banyak makanan-makanan murah (Hewker Centre) di banding dengan makan di restaurant local Singapura, hanya mungkin di sini banyak  makanan yang tidak halal. Makan di China Town harganya kurang lebih untuk 1 kali makan sekitar $2-$5.

Setelah dari China Town, kami menuju ke Bugis Street, Disana banyak menjual Souvenir dan barang-barang yang relative murah. Saran saya kalau mau beli Souvenir seperti gantungan kunci disini saja, karena harganya murah, $10 untuk 18 keychain. Murah kan.

Bugis Street

Setelah dari Bugis, kami makan siang di Restaurant Lokal dan menuju ke Pulau Sentosa.

Kami mengunjungi Underwater World dan Dolphin Lagoon, disana banyak terdapat berbagai jenis macam ikan, hanya Aquarium nya masih kalah besar di bandingkan dengan Sydney Aquarium, tapi kalau di bandingan di Sea World Jakarta ya masih menang Under Water World Singapore..hehehe…..

Under Water World Singapore

Selepas dari Underwater World kami mengunjungi Dolphin Lagoon, disana terdapat 2 lumba-lumba warna pink yang sangat pintar. Dan bagi pengunjung yang beruntung, bisa memegang dan di cium oleh dolphin-dolphin tersebut..gratis

Setelah dari Dolphin Lagoon, kami menuju ke Image of Singapore(IOS), di tempat ini di ceritakan sejarah dari awal nya Singapura sampai sekarang, disana banyak terdapat patung-patung lilin dan menggambarkan keadaan jaman dulu, di IOS ini saya merasa amat berkesan. Ada yang menggambarkan orang jualan Ronde/makanan jaman dulu, lalu ada rumah2 kuno, ada berbagai macam kebudayaan dari Keturunan China, India, Melayu, Portugis. Semua nya Damai dan Sejahtera.

Setelah dari IOS, kami menuju ke pertunjukan Song of The Sea. Saya rasa ini benar-benar pertunjukan terbagus yang pernah saya lihat. Ber lokasi di pinggir pantai, dengan teknologi sinar laser yang sangat bagus, sehingga membuat Cerita ini kelihatan bagus. Intinya adalah seorang yang bernama Lee ingin menyelamatkan Putri yang tertidur selama puluhan tahun dengan Nyanyiannya.

Berahirlah hari ke dua ini. Besok nya sudah harus pulang ke Indonesia.

Hari ke 3, kami pulang ke Indonesia.

Demikian lah cerita saya tentang pengalaman saya ke Singapura. Semoga bisa menjadi bahan referensi untuk teman-teman yang ingin berkunjung ke Singapura. Saran saya, harus lebih lama sedikit di Singapura, karena masih banyak tempat2 yang belum di kunjungi.

Salam,
Dewi.

6 Comments
Gabung di Group Wisata Singapura Untuk bertanya dan sharing informasi tentang berwisata ke Singapura, silahkan Anda bergabung ke Group Wisata Singapura. Di group ini Anda bisa berinteraksi dengan member-member yang lain agar Anda sekalian bisa bertukar pikiran, memberikan masukkan kepada teman yang lain, juga bisa sharing tentang pengalaman liburan Anda di Singapura. Klik di link berikut untuk bergabung ke Group Wisata Singapura.
Jaminan harga hotel termurah
Dapatkan hotel dengan harga termurah di Singapura.
Garansi uang kembali dan dapatkan bonus poin !

Liburan ke Singapore by Motoyuk

Testimoni Wisata Singapura - 436 views
Print artikel ini Print artikel ini - Email artikel ini ke teman Anda Email artikel ini ke teman Anda

Musim liburan anak sekolah sudah tiba. Terpikir untuk pergi ke Singapura sekaligus hunting foto tapi bingung mau atur jadwalnya gimana? Berikut sharing jadwal perjalanan pilihan saya berikut peralatan yang mungkin dibutuhkan, semoga bisa berguna ya :) Dengan adanya penerbangan langsung airasia ke singapore maka biaya tentunya bisa lebih murah, so why dont you pack your bag and go :)

Day 1 – Jumat (cuti ajalah…)

Pagi : berangkat ke singapore. Pilihlah jadwal keberangkatan yang tiba di singapore sekitar jam 11, sehingga kurang lebih tepat waktu untuk check in ke hotel dan meninggalkan barang-barang yang kurang kita butuhkan.

Siang : begitu sampai di singapore langsung ke imigrasi dan meluncur ke pusat kota / hotel. Pilihan kendaraan tentu saja banyak. Tapi kalau saya maka saya pilih menggunakan MRT apabila hanya 1-2 orang saja, tetapi 3-4 orang maka saya akan pilih taxi. Di dalam stasiun MRT tidak diperkenankan memotret, tapi curi-curi menggunakan compact camera tentunya bisa saja dilakukan (hati-hati dan resiko tanggung sendiri ya hahaha). Sampai di hotel anda bisa makan siang dulu, mungkin mencoba nasi ayam hainam khas singapore? Setelah selesai makan langsung bongkar peralatan foto anda. Siapkan : kamera, lensa tele (misalnya 100mm, 200mm, 300mm, 400mm, atau 70-200mm), flash, tripod / monopod, filter CPL (dibutuhkan untuk menghilangkan efek pantulan kaca).

Sore-Malam : sebagai pilihan lokasi hunting pertama saya pilih Singapore Night Safari. Silahkan cek websites mereka untuk cara menuju kesana, biaya, dll. Saya anjurkan membungkus makan malam anda, karena harga makanan di lokasi relatif mahal. Saya anjurkan untuk datang agak awal sehingga bisa mengikuti show dan juga berjalan mengelilingi safari. Berjalan adalah pilihan yang lebih baik daripada naik bus yang ada. Mengapa? Karena anda memiliki lebih banyak kesempatan untuk memotret binatang, tidak terburu-buru.

Detail hari pertama lihat di http://motoyuk.wordpress.com/2009/07/03/liburan-ke-singapore/

Day 2 – Sabtu

Sunrise di singapore agak siang (sama halnya dengan sunset yang terlambat), yaitu sekitar jam 7 pagi. Sehingga kita bisa berangkat sedikit lebih siang (dibandingkan hunting foto biasanya). Menu pagi ini saya sarankan ke Chinesse Garden. Lokasinya terletak ke arah Jurong bird Park / Jurong East.

Untuk mendapatkan cahaya pagi yang bagus dan juga sempet muter-muter di sana maka saya sarankan berangkat sekitar jam 5.30 pagi. MRT merupakan sarana transportasi yang cocok untuk menuju lokasi, mengingat jauhnya Chinesse Garden. Taman ini sendiri adalah taman umum (entry fee = 0, alias gratis). Disini kita akan menemukan berbagai bangunan yang menarik dan juga taman yang indah. Lensa wide adalah pilihan yang tepat disini. Lensa kit 18-55, 17-55, 17-40, 16-35 atau bahkan ultra wide 10-22 adalah pilihan yang tepat. Selain itu filter CPL (untuk birunya langit) dan Gradual ND (untuk meningkatkan dynamic range foto) juga diperlukan. Tripod hanya dibutuhkan apabila kita ingin juga foto-foto bersama.

Sekitar jam 9 matahari sudah mulai panas dan kurang cocok memotret landscape di chinesse garden. Jadi kita langsung melanjutkan perjalanan ke jurong bird park. Di lokasi ini kita dihadapkan dengan banyak sekali burung yang terbang bebas, maupun dalam kandang. Selain itu juga pertunjukkan yang sangat menarik. Beberapa lokasi / pertunjukkan yang menarik diantaranya adalah : Fuji World of Hawk, Birds n Buddies, King of the skies, danau flaminggo, kandang pinguin dan kandang raksasa burung parkit.

Untuk memotret di lokasi ini yang terpenting tentunya adalah lensa dengan kemampuan tele. Saya lebih menyarankan lensa 70-200mm atau 70-300mm yang memiliki fleksibilitas, dibandingkan lensa fixed seperti 300mm yang relatif akan kesulitan memotret di pertunjukan2 yang ada. Filter CPL dan tripod mungkin kita butuhkan di kandang pinguin & burung hantu yang memiliki kaca tebal dan lokasi agak gelap. Penggunaan flash di lokasi ini tidak saya sarankan karena hasilnya tidak akan maksimal, lebih baik menggunakan tripod dan slow shutter speed.

Makan siang bisa dilakukan di salah satu sudut Jurong Bird Park ini. Harganya memang agak mahal, tetapi daripada repot ya bolehlah ya :) . Untuk mengejar event berikutnya maka saya sarankan anda sudah keluar dari Jurong Bird Park sebelum jam 4 sore.

Sore hari setelah dari Jurong Bird Park kita bisa langsung menuju ke Merlion Park / Esplanade menggunakan MRT. Di lokasi ini ada berbagai pilihan aktifitas yang dapat anda lakukan. Pilihan pertama adalah memotret gedung, pemandangan dan human interest di sekitar Esplanade. Sunset di singapore sekitar jam 19.00, sehingga kita masih punya cukup banyak waktu, termasuk untuk makan dahulu di mal – mal yang ada di sekitar Esplanade. Sedangkan twilight (kondisi dimana langit membiru gelap tak lama sesudah sunset, kondisi ideal memotret night scene) terjadi di kisaran jam 19.30. Tripod dan lensa wide adalah peralatan wajib bagi pemotretan di esplanade ini. Banyak sudut yang bisa diambil agar foto kita tidak terlihat seperti post card (red : biasa bangetttt).

Pilihan lain selain memotret esplanade dan patung Merlion-nya adalah pergi ke Singapore Flyer. Lokasinya tidak jauh dari esplanade, sekitar 15 menit berjalan kaki dari esplanade. Biaya masuknya relatif mahal, tetapi pengalamannya tidak tergantikan :) baik untuk memotret atau sekedar pacaran. Berbeda dengan bianglala di Dunia Fantasi yang berotasi dengan kecepatan cukup cepat, maka flyer ini rotasinya sangat lambat. Oleh sebab itu kita bisa menyiapkan tripod dan memotret dari dalam flyer tersebut. Gunakan CPL juga untuk menghilangkan pantulan-pantulan pada kaca flyer. Sebagai tips saja, pilih waktu masuk ke dalam flyer dengan tepat. Pemilihan waktu yang tepat akan memberikan pemandangan twilight di sudut pemotretan terbaik.

Detail hari kedua lihat di http://motoyuk.wordpress.com/2009/07/03/liburan-ke-singapore/

Day 3 – Minggu

Kita mulai hari dengan sedikit lebih siang…ambil nafas sedikit kan setelah capek kemaren seharian. So kita bisa belanja dahulu di Orchard Road, atau berjalan – jalan di Chinatown. Keduanya menawarkan wisata belanja, sekaligus foto – foto human interest (lensa wide dan tele) juga foto-foto berbagai souvenir lucu (lensa tele atau makro).

Sekitar jam 11 langsung lanjut ke arah Harbourfront untuk menuju Sentosa Island. Pulau ini bisa dicapai dengan berbagai cara, tapi menurut saya pengalaman yang paling menarik adalah dengan naik kereta gantung. Kereta gantung ini akan melintasi selat laut yang ada. Sesampainya di Sentosa Island kita bisa melihat banyak atraksi, tinggal pilih. Tapi pilihan saya adalah :

  • Butterfly park & insect kingdom (lensa tele dan macro berjaya disini)
  • Dolphin lagoon (lumba-lumba warna merah muda tentunya hanya bisa di ambil gambarnya dengan menggunakan lensa tele)
  • Image of singapore (lensa wide, flash dan tripod dibutuhkan untuk foto-foto disini)
  • Song of the sea (must watch attraction, tapi untuk memotretnya kita membutuhkan tripod dan iso / lensa yang cepat, hal ini karna atraksinya hanya ada malam hari)

Karena song of the sea baru selesai jam 9 malam dan jadwal airasia terakhir ke Jakarta juga jam 9 malam, maka menginap 1 malam lagi di singapore adalah satu-satunya pilihan apabila ingin menonton song of the sea.

Baca detail pengalaman liburan ini di http://motoyuk.wordpress.com/2009/07/03/liburan-ke-singapore/

No Comments
Gabung di Group Wisata Singapura Untuk bertanya dan sharing informasi tentang berwisata ke Singapura, silahkan Anda bergabung ke Group Wisata Singapura. Di group ini Anda bisa berinteraksi dengan member-member yang lain agar Anda sekalian bisa bertukar pikiran, memberikan masukkan kepada teman yang lain, juga bisa sharing tentang pengalaman liburan Anda di Singapura. Klik di link berikut untuk bergabung ke Group Wisata Singapura.
Jaminan harga hotel termurah
Dapatkan hotel dengan harga termurah di Singapura.
Garansi uang kembali dan dapatkan bonus poin !

Testimoni Halloween Horrors at Night Safari

Testimoni Wisata Singapura - 5,608 views
Print artikel ini Print artikel ini - Email artikel ini ke teman Anda Email artikel ini ke teman Anda

Ini adalah liputan dari acara Halloween Horrors at Night Safari.

There are also many random costumed ghosts walking around the park, out to haunt you. Their acting is quite convincing and professional. Some of the bloggers tried to lure them to laugh by joking with them, but to no avail as they are too into their characters.

Here are some photos to share:

Headless man
Headless man

The omy folks (L to R): Ming Choy, Ah Fu, Tidey, me
The omy folks (L to R): Tidey, Ah Fu, me

Dracula and us
Dracula and us

ghost light and dead woman
ghost light and dead woman

Mummy!
Mummy!

Human organs
Human organs

More ghost light (actually, its just a badly taken shot)
More ghost light (actually, it’s just a badly taken shot)

Good crowd on the first night
Good crowd on the first night

One of the actress
One of the actress

Performance
Performance

SAF ghost 1
SAF ghost 1

SAF ghost 2 - this one made Ah Fu scream
SAF ghost 2 – this one made Ah Fu scream

Woman on a pike
Woman on a pike

Spot the ghost
Spot the ghost

Someone got hung
Someone got hung

Lucky ghost who gets to pose behind a fan
Lucky ghost who gets to pose behind a fan

Super scary photo
Super scary photo

Finale group photo
Finale group photo

Full detail please read fro: http://blog.omy.sg/alvinology/2008/10/16/halloween-horrors-at-night-safari/

1 Comment
Gabung di Group Wisata Singapura Untuk bertanya dan sharing informasi tentang berwisata ke Singapura, silahkan Anda bergabung ke Group Wisata Singapura. Di group ini Anda bisa berinteraksi dengan member-member yang lain agar Anda sekalian bisa bertukar pikiran, memberikan masukkan kepada teman yang lain, juga bisa sharing tentang pengalaman liburan Anda di Singapura. Klik di link berikut untuk bergabung ke Group Wisata Singapura.
Jaminan harga hotel termurah
Dapatkan hotel dengan harga termurah di Singapura.
Garansi uang kembali dan dapatkan bonus poin !

Singapore, i’m coming – by Farah

Testimoni Wisata Singapura - 244 views
Print artikel ini Print artikel ini - Email artikel ini ke teman Anda Email artikel ini ke teman Anda
Perjalanan pertama overseas…wuuu senang nya, akhirnya dapet jatah jg dari kantor, hehehe…16-19 Juni 2009 sy ditugasin untuk perjalanan dinas ke Singapura, CommunicAsia 2009. Rencananya kami berangkat 4 orang.Semenjak mendapat berita trsebut, rasanya seneng bukan main. Langsung deh ngabarin keluarga (norak mode on), qeqeqe. Tanya temen2 yang dah pernah kesana, gmana suasana & tempat2 yang seru buat dikunjungi. (ehm…ehm…inget ya ini perjalanan dinas bukan tamasya, xixixixi). Alhasil terkumpulah beberapa tempat yg menjadi targetku.
  1. Membeli kain sari khas india (maklum ngefans abis ama india) di Mustafa (didaerah Litle india)
  2. Bugis buat cari oleh2 khas singapura dengan harga yg lumayan murah (biar bs beli buanyak, n semua kebagian deh)
  3. Singapura Zoo, kata beberapa sumber kebun binatangnya bagus banget
  4. Orchad buat belanja barang2 bermerk (ngimpi kali ya…hahhaa)
Saking semangatnya, hampir setiap hari sebelum keberangkatan, aq brwosing2 tentang Singapura. Akhirnya aq nemuin website yang keren banget. Semua hal tentang Singapura dibahas disini.Inilah kisah perjalananku. H-1 aq dah siap ngeprint peta MRT (kereta bawah tanah) & LRT (bus). Berdasarkan sumber yang aq baca, setelah tiba di bandara Changi, sebaiknya langsung membeli tiket MRT. Ada 2 tipe : K-link dan Singapura Tourist Pass. Berdasarkan kesepatan akhirnya kami membeli tourist pass, karena kalau dihitung2 jatuhnya lbh murah. Jadi perbedaannya kalau K-link akan dihitung sesuai tarif. Kita setor dulu 10 $ Sing, setiap dipakai akan berkurang sesuai tarif. Nah kartu ini nanti bs kita tukarkan lagi loh kalau udah selesai. Seandainya pemakain kita kurang dr 10 $ Sing, maka kita akan mendapat kembaliannya. Sedangkan Torist Pass harganya flat. Ada paket untuk 1 hari, 2 hari & 3 hari . Mau kemanapun ya biayanya sama.

Sumber: http://farahikha.wordpress.com/2009/08/19/singapore-im-coming-part-12/

2 Comments
Gabung di Group Wisata Singapura Untuk bertanya dan sharing informasi tentang berwisata ke Singapura, silahkan Anda bergabung ke Group Wisata Singapura. Di group ini Anda bisa berinteraksi dengan member-member yang lain agar Anda sekalian bisa bertukar pikiran, memberikan masukkan kepada teman yang lain, juga bisa sharing tentang pengalaman liburan Anda di Singapura. Klik di link berikut untuk bergabung ke Group Wisata Singapura.
Jaminan harga hotel termurah
Dapatkan hotel dengan harga termurah di Singapura.
Garansi uang kembali dan dapatkan bonus poin !

Jalan-jalan Hemat ke Singapura by Rahmat Zikri

Testimoni Wisata Singapura - 419 views
Print artikel ini Print artikel ini - Email artikel ini ke teman Anda Email artikel ini ke teman Anda

Dulu, orang Indonesia yang berbelanja di Singapura di-identik-kan dengan orang kaya. Belum afdol rasanya jika merasa kaya, tapi belum punya hobi bolak-balik ke Singapura, hanya untuk berbelanja.

Lain dulu lain sekarang. Dulu, ongkos yang perlu dikeluarkan untuk ke Singapura memang mahal. Bayangkan saja, dua dekade yang lampau, di tahun 1990, ketika mulai ada penerbangan swasta nasional (Indonesia) yang melayani rute internasional Jakarta-Singapura, harga tiket pergi-pulang termurah yang bisa saya peroleh adalah 1 juta-an rupiah (lupa persisnya berapa). Itu pun dengan naik penerbangan milik maskapai penerbangan Sempati Air, yang telah lama almarhum sebelum sempat menikmati masa-masa booming penerbangan domestik di Indonesia belakangan ini. Jangan lupa, itu di awal dekade 90-an sebagai pembanding, harga sebuah mobil Toyota Kijang Super yang standar ketika itu adalah sekitar Rp 15 juta-an. Belum lagi biaya fiskal udara yang mesti dibayar, sebesar Rp 250.000 per orang (sekarang fiskal udara adalah Rp 1.000.000).

Nah, sekarang, dengan booming penerbangan domestik yang terjadi di Indonesia, hukum ekonomi berjalan dengan baik. Dengan semakin banyaknya pilihan penerbangan, harga tiket pun ikut terkoreksi sesuai dengan harga pasar. Harga tidak lagi terlalu ditentukan sewenang-wenang. Karena calon penumpang sekarang punya banyak pilihan.

Dari sekian banyak pilihan yang ada, sebagian besar orang tetap hanya mengetahui rute konvensional ke Singapura, yaitu dari Jakarta (bandara Cengkareng) naik pesawat langsung menuju Singapura (bandara Changi). Walau belakangan ini mulai banyak yang mengetahui jalur alternatif yang bisa lebih murah, yaitu melalui Batam, tapi tidak semua orang tahu.

Bagaimana sih caranya jika kita ingin pergi ke Singapura lewat Batam? Aman kah? Bisa setiap saat? Bisa lebih murah? Jawabannya adalah YA.

Ada banyak pilihan maskapai penerbangan domestik dari Jakarta yang menuju Batam. Harga tiket termurah adalah Rp 200.000 per sekali jalan. Tentunya diperlukan sedikit kesabaran dan juga keberuntungan untuk mendapatkan tiket ini. Yang pasti-pasti sih, normalnya sekitar Rp 250.000-275.000. Kalau mau lebih pasti untuk mendapatkan tiket paling murah, rumus sederhananya adalah hindari pergi/pulang pada waktu akhir pekan, apalagi long weekend. Jangan lupa, di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, anda mesti membayar airport tax sebesar Rp 30.000 (untuk penerbangan domestik). Bandingkan saja, untuk penerbangan internasional dari Cengkareng, airport tax yang mesti dibayar adalah Rp 100.000!

Setibanya di bandara Hang Nadim, Batam, sebelum bertemu dengan tempat pengambilan bagasi dari pesawat, anda akan melihat ada sebuah konter penjualan tiket kapal cepat menuju Harbor Front, Singapore. Mampir lah ke situ. Mau tahu strategi saya? Pantau saja dari kejauhan terlebih dahulu. Kalau kira-kira ada orang lain yang akan menuju konter itu juga, dan dia sendirian atau berdua (pokoknya jika dijumlahkan dengan anda dan teman–jika pergi dengan teman/pasangan) tidak lebih dari 4 orang, segera lah mendekat. Untuk apa? Well, nanti saya sebutkan kenapa nya.

Di konter ini, kita bisa membeli tiket kapal cepat tujuan Singapura tersebut seharga SGD 12 untuk sekali jalan, atau SGD 14 untuk tiket pergi-pulang. Harga ini hanya berlaku untuk orang Indonesia (jika anda tidak ber-paspor Indonesia, harganya lebih mahal lagi. Kalau tidak salah SGD 20 per sekali jalan). Boleh dibayar dengan rupiah. Ada 2 pilihan kapal cepat di sini, Batam Fast atau Penguin. Menurut saya, sama saja. Berangkat nya pun nyaris bersamaan. Hanya berselang sekitar 10 menit. Hampir setiap jam ada jadwal berangkatnya.

Selanjutnya, dari bandara Hang Nadim, kita mesti naik taksi menuju pelabuhan. Ada 2 pilihan pelabuhan, Batam Center atau Sekupang. Terserah anda. Tiket ferry yang sudah anda beli valid di ke-dua tempat tersebut. Saya pribadi lebih memilih berangkat dari Batam Center. Lokasinya lebih dekat dari bandara. Memang, konsekuensinya sedikit lebih lama di laut. 60 menit. Sedang jika berangkat dari pelabuhan Sekupang, di laut hanya sekitar 45 menit. Masalahnya adalah, ongkos taksi jadi lebih mahal. Kelebihan lain dari pelabuhan Batam Center adalah bersebelahan dengan mall. Sehingga kalau masih ada waktu sebelum jadwal ferry berangkat, bisa lihat-lihat atau makan siang sebentar.

Ongkos taksi di Batam terbilang mahal. Untuk jarak Bandara Hang Nadim ke Batam Center ongkosnya Rp 70.000. Ngga pakai tawar-tawaran. Dengan jarak seperti itu, dengan naik taksi yang berlogo burung warna biru di Jakarta itu paling hanya sekitar Rp 25.000! Nah, di sini-lah kesempatan untuk kembali berhemat. Semua orang Jakarta yang ke Singapura lewat Batam pasti karena ingin berhemat. Jadi, jangan segan atau malu menegur orang yang sama-sama hendak membeli tiket ferry di konter yang ada di bandara itu, untuk sekadar mengajak bareng naik taksi menuju pelabuhan! Selama ini saya ngga pernah punya pengalaman ditolak. Pasti mau! Paling top bisa ber-empat. Ongkos taksi ya dibagi 4 :-) )Â Sebenarnya sih, dari waktu di dalam pesawat atau bahkan waktu mau check-in di Cengkareng, anda sudah bisa mencari teman sharing naik taksi di Batam. Coba sedikit lebih jeli, anda pasti bisa membedakan mana orang yang tujuannya memang hanya sampai Batam, mana yang mau terus ke Singapura. Gaya-nya lain :-D

Tiba di pelabuhan Batam Center, anda mesti check-in di konter perusahaan ferry yang anda pilih (Batam Fast atau Penguin. Oh iya, di sini juga ada pilihan lain selain yang dua ini, yaitu Wave Master). Pilih jam yang anda inginkan. Check-in ditutup 15 menit sebelum jam keberangkatan. Di sini anda mesti bayar seaport tax sebesar SGD 3 (seperti airport tax kalau di bandara lah).

Setelah itu, jangan lupa membayar fiskal laut di loket pembayaran fiskal. Biayanya hanya Rp 500.000 (bandingkan dengan fiskal udara dari Cengkareng, tarifnya Rp 1 juta!). Saya termasuk orang yang beruntung karena paspor saya keluaran kantor imigrasi di Lampung. Saya bebas fiskal jika berangkat dari pelabuhan/bandara mana pun di Sumatera. Begitu juga pemegang paspor Sumatera lainnya.

Segera masuk ke ruang tunggu, jangan sampai terlambat, jika memang anda memilih jam keberangkatan terdekat. Tunggu sampai ada panggilan untuk naik ke kapal. Nikmati-lah perjalanan di lautnya. Kapalnya lumayan bagus dan bersih kok.

Perjalanan 60 menit tidak terasa. Sebentar saja sudah tiba di Harbor Front di Singapura. Satu hal yang mesti diingat oleh para perokok, Singapura menerapkan no duty free untuk rokok. Dengan kata lain, berapa pun jumlah rokok yang anda bawa, sedikit atau banyak, akan dikenai cukai. Susah buat yang rokoknya kretek produksi dalam negeri. Harganya di negara singa ini bisa berkali-kali lipat. Tujuannya jelas, supaya orang tidak merokok. Tapi kalau mau lolos sepertinya gampang saja, kalau anda bawa beberapa bungkus, jangan ditaruh bertumpuk jadi satu. Sebar saja di beberapa tempat atau bahkan beberapa tas.

Dari Harbor Front, tinggal tentukan tujuan mau menginap di mana. Saya cenderung menghindari booking terlebih dahulu. Ada banyak pilihan tempat menginap di Singapura. Dari yang kelas backpacker –yang hanya sewa ranjang, sekamar bisa 10-16 orang–sampai hotel berbintang 5.

Karena tema yang saya angkat di tulisan ini adalah cara murah ke Singapura, tentu kita tidak berminat membahas penginapan yang bintang 4 ke atas.

Jika anda sendirian, mungkin menarik untuk coba tinggal di penginapan backpacker. Saya pernah coba di daerah Bugis. Kalau mau cari, silahkan saja naik MRT menuju stasiun Bugis. Saya lupa nama gedungnya. Yang jelas, penandanya adalah Burger King ada di salah satu sisi dari gedung tersebut. Burger King dan penginapan backpacker ini ada pada sisi L. Penginapannya terletak di lantai 3. Anda hanya perlu membayar sebesar SGD 20 per orang untuk kamar yang berisi ranjang tingkat sebanyak 8 buah (jadi kalau full bisa 16 orang). Kamarnya ber-AC. Waktu itu di kamar saya ada beberapa bule cewek dan cowok, ada Jepang dan juga India. Semua friendly. Ciri khas para backpacker. Alternatif lain ada di daerah Little India. Di sana saya malah melihat ada beberapa pilihan penginapan backpacker, yang jika dilihat dari luar sih sepertinya lebih bagus daripada yang pernah saya coba di daerah Bugis. Dibanding dengan alternatif lain, sebenarnya pilihan ini menarik.

Biasanya penginapan backpacker menyediakan beberapa mesin cuci pakaian yang bisa dioperasikan dengan memasukkan uang koin. Selain itu, juga ada yang menyediakan 1-2 PC untuk akses ke Internet dengan sistem pre-paid voucher –dengar-dengar yang di daerah Little India bisa akses Internet gratisan, malah menyediakan wi-fi hotspot juga. Ada ruang TV dengan aneka bacaan/novel yang biasanya merupakan warisan dari turis yang pernah menginap di situ. Breakfast pun disediakan, walau self-service. Ada roti dan mie instan. Juga teh, kopi dan susu. Selesai makan, bersihkan kembali semua peralatan yang anda pakai. Konon ada penginapan backpacker yang dengan kasar meminta tamunya untuk mencuci kembali peralatan makan yang telah pakai; dengan menempel tulisan yang kira-kira berbunyi “Don’t forget to clean up. Your mother doesn’t work here!” Untungnya itu di Eropa.

Update: Penginapan backpacker di Singapura yang memiliki website –sehingga anda bisa melihat-lihat seperti apa suasana di dalamnya– adalah Inncrowd dan Betelbox.

Jika anda kurang tertarik berpetualang dengan gaya backpacker, masih ada alternatif murah lainnya. Datanglah ke daerah Orchard (juga naik MRT). Di sekitar Orchard ada banyak apartemen yang bisa disewa. Yang sudah lumayan dikenal oleh banyak orang Indonesia adalah yang berlokasi di Lucky Plaza. Harga sewa mulai dari SGD 40-80 per malam. Jadi, jika anda tidak sendirian, menyewa apartemen adalah alternatif yang bagus. Apalagi Orchard adalah surganya belanja, mulai dari barang-barang murah dan juga murahan, sampai merk-merk kelas dunia, semua ada di sini.

Kalau anda masih lebih pilih penginapan konvensional –alias hotel– di berbagai penjuru Singapura ada. Seperti yang saya bilang tadi, ngga perlu booking terlebih dahulu. Daerah yang paling banyak hotelnya (yang murah meriah, dengan tarif sekitar SGD 40-80 per malam) ada di seputaran Geylang. Berbeda dengan Bugis, Little India dan/atau Orchard yang namanya terpampang jelas sebagai nama stasiun juga –sehingga anda akan mudah melihat namanya ketika hendak membeli tiket MRT– nama Geylang tidak ada di daftar stasiun yang dilewati MRT. Nama stasiun yang harus anda pilih adalah Aljunied. Jalan kaki sekitar 5-10 menit menuju sekitaran Lorong 22, Lorong 20, Lorong 18 dan Lorong 16 (tanya ke petugas di stasiun atau lihat peta yang ada di mana-mana. Jangan pernah takut tersesat di Singapura. Dari ujung ke ujung negara ini bisa ditempuh dalam waktu 1 jam dengan mobil!), di sini ada setumpuk hotel. Ketika hari mulai menjelang malam, anda akan tahu kenapa di sini banyak hotel. Ya karena di sini adalah kawasan malam (red-light district) -nya Singapura. Mirip seperti Mangga Besar kalau di Jakarta.

Hotel-hotel di sini biasanya menerapkan juga harga diskon. Itu sebabnya, jangan booking dari Internet atau biro perjalanan anda di Jakarta. Waktu check-in dan mendapatkan tarif (biasanya terpampang di dinding pada front office), coba-lah untuk berpura-pura kaget dan bilang, lho kok segitu..? bukannya harganya mestinya segini… (sambil menyebutkan sebuah angka sekitar SGD 20 lebih murah dari harga yang dipajang). Tentunya ngomong dalam bahasa inggris. Tidak semua orang Singapura mengerti bahasa Melayu, apalagi mereka yang beretnis tionghoa atau india. Mintalah harga diskon, bilang kalau anda sudah sering ke sana. Tentunya selama paspor anda mengatakan bahwa anda sering ke Singapura. Kalau paspor anda tidak mengatakan begitu, bilang saja teman anda sering ke situ dan bilang harganya segini. It works, my friend!

Jika urusan menginap sudah selesai, tinggal urusan jalan-jalan. Semua orang Indonesia yang jalan-jalan ke Singapura pasti ke Orchard, walau mungkin hanya melihat-lihat. Tempat wajib lainnya adalah melihat dan berfoto di dekat patung singa (namanya Merlion. Naik MRT menuju Raffles City). Untuk berbelanja yang murah (street shopping) bisa dilakukan di Bugis atau China Town. Sebagai contoh, harga kaos bergambar dengan tulisan “Singapore is a fine city” yang populer itu bisa diperoleh seharga SGD 10 untuk 4 buah t-shirt berbagai ukuran. Salah satu tempat belanja wajib lainnya bagi orang Indonesia adalah Mustafa center. Naik MRT, turun di Little India. Pusat belanja yang satu ini sudah tersohor murahnya.. dan yang terpenting, dia buka 24 jam dalam sehari!

Masih banyak lagi segudang tempat menarik lainnya di Singapura. Ada banyak brosur yang bisa anda ambil di berbagai tempat publik di Singapura. Salah satunya ada persis di depan pintu anda keluar dari tempat pemeriksaan barang ketika baru turun dari kapal cepat yang membawa anda dari Batam.

Intinya, untuk jalan-jalan ke Singapura sekarang tidak perlu bermodal banyak. Yang penting tahu harus bagaimana. Oh iya, untuk jalur pulang, kali ini tidak ada salahnya untuk memilih rute langsung dari bandara Changi di Singapura untuk langsung menuju Jakarta. Setidaknya pada saat ini sudah ada beberapa maskapai penerbangan nasional Indonesia yang melayani rute Singapura-Jakarta; Garuda Indonesia, Merpati, Lion Air dan Adam Air. Kalau mau coba pesawat milik maskapai luar negeri seperti KLM, Cathay, Singapore Airlines, dsb juga menarik tuh. Sekali-sekali nyobain pesawat besar! Tiket tentunya sudah pesan dari Jakarta.

Sumber: http://www.zikri.com

No Comments
Gabung di Group Wisata Singapura Untuk bertanya dan sharing informasi tentang berwisata ke Singapura, silahkan Anda bergabung ke Group Wisata Singapura. Di group ini Anda bisa berinteraksi dengan member-member yang lain agar Anda sekalian bisa bertukar pikiran, memberikan masukkan kepada teman yang lain, juga bisa sharing tentang pengalaman liburan Anda di Singapura. Klik di link berikut untuk bergabung ke Group Wisata Singapura.
Jaminan harga hotel termurah
Dapatkan hotel dengan harga termurah di Singapura.
Garansi uang kembali dan dapatkan bonus poin !

Liburan Ke Singapore oleh Nora Marshanti

Testimoni Wisata Singapura - 875 views
Print artikel ini Print artikel ini - Email artikel ini ke teman Anda Email artikel ini ke teman Anda

Libur telah tiba , libur telah tiba, hati ku gembiraaaaaaa … :)
Lagunya Tasya jaman baheula. Tapi bener-bener gembira sih. Liburan kali ini kami sekeluarga berencana ke Singapore. Berikut sedikit cerita-cerita alias sharing aja. Siapa tau bisa bermanfaat buat temen-temen pengunjung blog ini. Have fun !

Persiapan
Rencana liburan ini sudah agak lama. Lha wong pesen tiketnya aja dari bulan Februari, padahal berangkatnya kan bulan Juli, pas liburan sekolah. Yes, you’re right ! Biar dapet harga murah hi hi hi.
Masalahnya musim liburan kan peak season, jadi pasti mahal harganya kalo beli deket-deket waktu keberangkatan.

Pesen tiket pesawat lewat internet. Waktu itu sore-sore lagi iseng di rumah. Diputusin lewat Batam aja. Yah, sekalian biar tau Pulau Batam. Apalagi fiskal-nya cuma setengahnya, dibanding kalo ke Changi langsung. Air Asia punya rute penerbangan ke sana. Sip ok, conform ! Enak ya jaman sekarang, apa-apa bisa dikerjain dari rumah pake internet :)

Tiket ok, sekarang tinggal bikin paspor. Alhamdulillah kantor imigrasi deket sama rumah. Tiap hari kalo ke kantor lewat. Jadi ngurus-ngurus kita bikin santai. Karena suami dah punya paspor, jadi tinggal aku dan anak-anak yang bikin. Oya, anak-anak juga harus punya masing-masing lho. Kalo dulu kan nebeng ke ortunya. Pertama, beli formulirnya dulu Rp 15.000,-. Trus tinggal diisi. Syarat lainnya foto copy KTP dan KK. Buat anak-anak ditambah foto copy surat nikah ortunya. Gampang sih. Udah semua, tinggal dimasukin ke loket penerimaan. Trus sama Mbak-mbak nya diperiksa, dah lengkap belom. Abis itu dikasih resi tanda terima, trus disuruh dateng lagi 3 atau 4 hari berikutnya ya. Lupa percis-nya. Pokoke sekitar segitu.


Dateng lagi ke kantor imigrasi buat foto. Sengaja dateng pagi-pagi buat ambil nomor urut. Walah, ternyata dapet nomor diatas 100 ! Lho padahal baru jam 9 pagi ???? Gile, dari mana datengnya 100 orang ini. Mungkin dari subuh kali ya pada dateng atau malah pada nginep ? hi hi hi .. Nggak taulah. Ndak boleh suudzon. Yo wis, Alya dianterin ke sekolah dulu trus Arya dipulangin ke rumah. Baru siang-siang jam 2 kami datang lagi. Pas banget. Udah nomor 100-an.

Nah disini tantangannya. Foto buat balita he he he …  kebayang. Arya yang baru lebih dikit dari setahun, susah banget ngepasin kamera. Arya udah melotot, si petugasnya belom siap. Petugasnya udah nge-klik, Arya nya nengok-nengok. Ha ha ha ..Akhirnya petugasnya (yang udah bapak-bapak berumur) menyerah, dan minta ganti petugas lain. Hmmm…. kali ini petugasnya masih muda. Semoga lebih sabar hi hi hi.  Foto diulang-ulang. Aku akhirnya jadi “cheersleader”, teriak-teriak dibelakang petugasnya. Biar Arya bisa liat ke kamera. Hi hi hi …jadi persis kayak kalo foto di Jonas ! Tapi akhirnya dapet juga angle yang dimaksud. Oya, kalo orang dewasa harus pake finger print, tapi kalo anak-anak nggak perlu.

Abis foto, wawancara dulu. Ditanya-tanya, mau kemana, udah pernah ke luar negri atau belum, dll. Tapi simple-simple kok. Dan Ibunya (petugas) walau suaranya bikin jantung berdebar (he hehe) tapi baik ke aku. Bayar dulu, jangan lupa, Rp 270.000 / paspor. Trus nunggu buat tanda-tangan di paspornya. Yah, lumayan juga nunggunya. Hari berikutnya tinggal ngambil paspornya. Horeeeeeeeeee …. udah punya paspor !!! Siap keliling dunia !!! He he he … siapa mau bayarin :P

Selama “nunggu” bulan Juli datang, kami survey-survey lokasi, cari hotel, tempat makan yang halal, sarana transportasi, tempat nyari oleh-oleh, toko bahan kue (halah..dasar tukang kue…) dan lain-lain lewat internet. Sebagian lagi nanya-nanya langsung ke temen yang kebetulan tinggal disana. Yang paling penting nyusun schedule per hari nya dan ngitung budget. Karena kita perginya rombongan “bedol deso” jadi segalanya musti well-planned. Apalagi bawa balita.

Mendekati waktu keberangkatan, Mas Yerry sekeluarga plus Mamah (ibu mertua) pengin ikutan juga.  Seneng juga, jadi bisa lebih seru liburannya.

Hari Pertama 2 Juli 2008
Waktu libur sekolah udah tiba. Alya udah selesai UAS, terima rapor juga sudah. Nilai juga lumayan, walau bukan rangking 1. Emangnya harus rangking 1 ??? Ya nggak lah..kasihan kan, mosok orang dihargai dengan angka-angka he he he …

Urusan ngepak memang njlimet. Soalnya kuotanya hanya boleh bawa 2 tas, satu koper dan satu tas tenteng. He he he ..itu instruksi dari “ketua rombongan”, alias Bapaknya anak-anak :) Ya bener sih, kalo kebanyakan bawaan, malah repot sendiri. Tgl 2 Juli, dini hari udah mandi, siap-siap. Soalnya rencana jam 8 terbang dari Cengkareng ke Batam. Udah pada rapi, mobil jemputan juga dah dateng, dapet sms dari Air Asia, kalo pesawatnya delay, dan baru berangkat jam 1 siang. Ya Allah … ini kan jam 3 pagi ! Tau gitu kan bangun siangan … hiks hiks hiks. Ya udah sabar aja. Jangan ngomel, nanti merusak suasana. Enjoy aja ! Iklan banget :)

Sholat subuh di jalan tol Cipularang. Sampai Cengkareng, sarapan dulu. Ngurus ini-itu. Ngantri sana-sini. Ternyata takes-time juga. Jadi ada hikmahnya delay pesawatnya. Jadi nggak buru-buru. Tapi kalo nggak delay ya sebenernya lebih OK lagi. Karena kita nggak kehilangan banyak waktu. Jam 11 siang dah bisa masuk ke ruang tunggu.

Lucunya pake Air Asia tuh, kita belom dikasih nomor tempat duduk di tiketnya. Jadi musti nyari sendiri sesampainya di atas pesawat, alias dulu-duluan. Penumpang disuruh antri di pintu, trus ntar pada lari-lari dari ruang tunggu ke pesawat. He he he lucu banget pokoke. Padahal kalo dipikir, nggak usah lari-lari pun, semuanya pasti bakal dapet tempat duduk kan ya. Nggak mungkin naik pesawat sambil berdiri ? Tapi ya .. gitu deh. Cuman kalo rombongan kayak aku itu (9 orang) kudu nyari tempat duduk yang sebelahan kan..nah itu alesannya. Kalo pergi sendiri sih..ya..nyantai aja. Tapi seru kok, penumpang lain juga malah sambil ketawa2 sampai di pesawat. hi hi hi …

Oya, kalo nggak mau lari-lari gitu, ambil aja fasilitas express boarding. Jadi yang ambil fasilitas express boarding akan dipersilahkan masuk ke pesawat duluan. Tapi nambah Rp 50.000 / orang kalo pake express boarding.

Selama di pesawat Alya seneng banget. Ngomong terus selama perjalanan. Ngobrol sama Nadira. Sampe aku malu sama penumpang laen..hi hi hi ..Tapi ya namanya anak-anak. Kalau Arya, malah sibuk ngeliatin pesawat yang ada di luar. Dianya sendiri nggak nyadar kalo udah duduk di dalam pesawat. Alhamdulillah pada nggak rewel selama di pesawat. Perjalanan Jakarta-Batam sekitar 2 jam.


Hang Nadim, nama bandara di Batam. Turun dari pesawat, huuuuuuuu..panasssssssssss !!!! Rombongan langsung di split. Aku dan Mbak sinta ngurus bagasi, Mas Dedi dan Mas Yeri ngurus tiket feri, anak-anak sama eyangnya. Nah kalo team work gitu jadi cepet. Bandara nya nggak besar ternyata. Sedengan aja, kayak bandara di Bandung atau Solo.

Dari Hang Nadim kami naik taksi ke pelabuhan feri, Batam Fast Pinguin. Wah taksi disini mahal banget ternyata. Dari bandara ke pelabuhan 70 ribu, padahal nggak jauh lho. Jarak segitu kalo di Bandung paling 25 ribu. He he he .. Tapi kan nggak ada alternatif lain tho. Sampe pelabuhan ngurus imigrasi, fiskal dll, ngantri lagi. Tiket feri Pinguin kami dapet yang jam 5 sore. Oya harga tiket feri dari Batam ke Singapore berapa ya lupa.

Naik feri perasaan udah pernah, tapi kok perut agak kurang enak nih rasanya :( Mungkin karena ada di atas ya..di lantai 2, goyangannya lebih dasyat. hiks hiks hiks ..maklum orang gunung jarang naik kapal :P Satu jam nyampe ke Singapore. Horeee … !!!

Harbour Front Singapore. Kirain yang namanya pelabuhan tuh ya ..kayak pelabuhan di Indonesia gitu. Hi hi hi …jebule kayak Mall. Udah gelap sampe sana. Pegel-pegel kok ya udah terasa. Untungnya antri imigrasinya cepet banget, soalnya petugasnya banyak. Baik dan ramah kok. Dari Harbour Front, naik taksi ke hotel.

Pengalaman menarik pertama tiba di sini, antri taksi ! Jadi jangan dibayangkan ada taksi lewat trus kita berebutan mo naik, tapi ada jalur antrian khusus. Seneng aja kalo tertib gini, jadi fair kan. Taksinya juga bagus, bersih. Keliatan ya norak ya ? Hi hi hi biarin aja. Tapi supir taksinya agak aneh he he he ..mosok setiap ada kesempatan berhenti (kena lampu merah) dianya sibuk ngitung uang. Kejar setoran ya pak ?

Sampai di Hotel 81 Elegance di Lavender, langsung pada mandi trus tidur. He he he … Ternyata hari pertama hanya diisi dengan perjalanan aja. Pertama ya gara-gara pesawat delay. Tapi ya udah, yang penting udah selamet sampai tujuan. Hmmm ..ngopi dulu ah sambil nonton TV. Ngintip-ngintip view kota singapore dari kaca hotel. Lama-lama kok ngantuks ….

Sumber Artikel: http://marshanti.blogsome.com/2008/08/07/liburan-ke-singapore/

No Comments
Gabung di Group Wisata Singapura Untuk bertanya dan sharing informasi tentang berwisata ke Singapura, silahkan Anda bergabung ke Group Wisata Singapura. Di group ini Anda bisa berinteraksi dengan member-member yang lain agar Anda sekalian bisa bertukar pikiran, memberikan masukkan kepada teman yang lain, juga bisa sharing tentang pengalaman liburan Anda di Singapura. Klik di link berikut untuk bergabung ke Group Wisata Singapura.
Jaminan harga hotel termurah
Dapatkan hotel dengan harga termurah di Singapura.
Garansi uang kembali dan dapatkan bonus poin !

Liburan ke Singapura via Batam 10-12 Agt ‘07

Testimoni Wisata Singapura - 515 views
Print artikel ini Print artikel ini - Email artikel ini ke teman Anda Email artikel ini ke teman Anda

Tidak seperti tulisan saya terdahulu yang memberikan judul pada suatu perjalanan diawali dengan kata “tips Perjalanan…” kali ini saya hanya bermaksud berbagi cerita kepada teman-teman yang mungkin berencana berlibur karena untuk tips yang lebih lengkap teman-teman dapat menjadikan blog Pak Indra sebagai referensi handal tentang Tips Perjalanan ke Singapura

Tiket Airasia
Liburan ke Singapura ini hanya 3 hari yaitu dari Tanggal 10-12 Agustus 2007, sangat singkat memang. Liburan kali ini hanya bermaksud mengajak seorang keponakan yang berulang tahun ke 12 dan tante saya yang sudah lama mempunyai passport namun belum pernah ke pergi ke luar negeri. Kebetulan harga tiket Airasia Jakarta-Batam tidak begitu mahal hanya 130 ribu ++ tax hanya 300 ribuan. Total harga tiket pp untuk 4 orang kurang dari 3 juta (baca :sangat murah)

Jakarta-Batam
Seperti liburan ke Singapura terdahulu kita menempuh perjalanan via Batam untuk menghindari fiskal sebesar 1 juta Rupiah bila berpergian ke luar negeri via Airport Soekarna-Hatta. Pesawat take off jam 6.30 pagi tiba di Bandara Hang Nadim Batam jam 8.10.

Tiket Ferry
Seperti tips dari Pak Indra, akan lebih murah membeli tiket ferry Batam Center (BC)-Harbourfront(HBF) SG di Bandara Hang Nadim, Biasanya ada dua counter yang menjual tiket di bandara ini, namun waktu itu karena masih sangat pagi hanya 1 counter yang buka yaitu di front desk pas pintu keluar arrival. Ada banyak ferry yang melayani rute BC-HBF, antara lain Penguin, Ocean Jade, Wavemaster (terhitung ..) hanya melayani rute Batu Ampar-HBF).
Seperti sebelumnya pilihan kita jatuh ke Penguin karena alasan ferry baru dan lebih besar serta jadwal keberangkatan hampir setiap satu jam. Harga tiket 14 SGD, disarankan membayar dalam SGD karena kalau dalam Rupiah ratenya biasanya lebih mahal. Harga tiket 14 SGD adalah tiket return (pulang pergi) ada 2 bagian tiket, satu akan di sobek pada waktu check-in di BC dan sobekan satu lagi harap di simpan untuk diserahkan pada waktu check-in di HBF pada saat kepulangan. Apabila sobekan tiket ini hilang anda harus membeli tiket one way HBF-BC kembali dengan harga yang lebih mahal sekitar 25 SGD.

Taxi Hang Nadim – BC
Setelah keluar dari pintu arrival telah menunggu taxi, tidak perlu pilih-pilih karena semua tarif taxi sudah fixed. Untuk tujuan Hang Nadim-BC sebesar Rp 70 ribu. Hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit dari Hang Nadim ke BC. Kita berusaha untuk menyeberang pada jadwal ferry jam 9.00.

Batam Center (1 7 51.13, 104 3 18.46)

Sesampai di BC langsung check in ke Counter Ferry Penguin dengan menyerahkan tiket beserta passport ke counter Penguin. Kita harus membayar pajak pelabuhan sebesar 3 SGD/ orang. Sekali lagi diusahakan membayar dalam SGD karena kalau dengan Rupiah ratenya lebih tinggi. Petugas counter akan mem-print 2 lembar formulir imigrasi yaitu untuk Imigrasi Indonesia di BC dan satu lagi untuk Imingrasi Singapura di HBF. Kita tidak perlu lagi mengisi formulir karena informasi telah tercetak di formulir tersebut. Masing-masing formulir ini ada 2 bagian yang akan disobek oleh petugas pada waktu keluar dan masuk (re-entry) di Imigrasi BC dan pada waktu masuk dan keluar Imigrasi SG. Seperti halnya tiket agar jangan sampai hilang. Karena bila hilang akan memperlambat proses imigrasi karena kita harus mengisi data kembali pada formulir yang baru.
Setelah itu kita menujuh counter Fiskal yang terletak di lantai dasar pojok sebelah kiri pas di samping bawah escalator yang menuju ruang keberangkatan. Karena kita berempat maka diharuskan membayar 4 x Rp 500 ribu. Namun untungnya keponakan saya belum genap 12 tahun sehingga dia dibebaskan untuk membayar fiskal namun harus melampirkan fotocopy passport. Fotocopy tersedia di bawah escalator kanan dengan tarif Rp. 3000/ passport.
Apabila kita membawa koper dan luggage dapat dimasukkan ke dalam tempat menerimaan bagasi di bawah eskalator di sebelah kanan.

Imigrasi BC
Setelah membayar fiskal, naik ke atas ke ruang keberangkatan kita diberikan tanda bukti fiskal warna kuning yang akan ditunjukkan ke petugas, memasukan tas hand carry ke dalam X- Ray dan menuju counter Imigrasi dimana passport kita akan di cap dan satu sobekan kartu Imigrasi akan diambil dan sobekan lainnya ditinggalkan di dalam passport kita. Diharap untuk tidak meninggalkan sobekan ini karena pada waktu masuk kembali ke Indonesia (BC) kertas ini akan diminta, jika hilang kita harus mengisi baru dan akan memakan waktu lebih lama.

Ferry Boarding
Setelah melewati counter imigrasi kita langsung boarding ke Ferry, pas di pintu masuk ferry, kita diminta untuk menunjukkan boarding pass kembali. Kita dapat memilih tempat duduk sendiri ada 2 deck yang tersedia, dan deck atas untuk smoking area sambil menikmati pemandangan laut yang indah. Sempatkan untuk melengkapi formulir Imigrasi Singapura pada kolom address asal dan address hotel tempat menginap di Singapura.

Merapat di Halbourfront (HBF) (1 15 48.32, 103 49 12.15)

Setelah perjalanan lebih dari 1 jam, pukul 10.20 WIB atau 11.20 Waktu Singapura kita merapat di HBF setelah sebelumnya perlahan-lahan ferry menyelusuri Sentosa Island. HBF adalah pelabuhan ferry penghubung Singapura dengan BC, Sekupang dan pelabuhan ferry lainnya. Pelabuhan HBF ini juga tergabung dengan mall halbourfront dan stasiun MRT. Setelah disembark dari ferry kita menuju ke counter Imigrasi Singapura. Agak lain kali ini, terakhir saya datang pada Bulan Agustus tahun lalu, banyak polisi yang membawa senapan seakan-akan menunjukan shock terapi, sehingga saya sangat terhina waktu itu (ngerasa aja kayaknya Orang Indonesia seperti teroris), kali ini tidak ada satupun polisi di counter imigrasi. Setelah antri selama hampir 20 menit kita mendapat cap pada passport kita. Pemerintah Singapura mempunyai policy untuk warga negara-negara ASEAN memasuki Singapura tanpa Visa dengan izin tinggal hanya 15 hari yang lazimnya disebut Social Visit. Perlu diperhatikan jangan sampai kita tinggal di Singapura lebih dari batas waktu yang ditentukan karena bisa dianggap sebagai pendatang gelap. Hati-hati juga jangan sampai kehilangan passport, karena urusannya bisa jadi berabe, jika hilang kita harus mengurusi penerbitan passport baru di Konsulat RI di Singapura.

Setelah melewati counter imigrasi, bila kita membawa barang-barang kena pajak seperti cigarette dan minuman beralkohol kita harus “declare” dan membayar pajak tertentu sesuai dengan itemnya. Bila ketahuan kita membawa barang-barang kena pajak dan tidak di declare dan ketahuan di X-ray maka kita akan mendapat penalty dengan lebih besar dari pajaknya. Apabila kita tidak membawa barang kena pajak, kita diminta melewati X-ray dengan memasukkan barang hand carry. Setelah itu kita keluar dan bila membawa bagasi dapat mengambilnya di baggage claim disebelah kiri pintu keluar.

Penginapan

Hal pertama yang dilakukan adalah menuju penginapan. Sesuai dengan referensi dari blog Pak Indra dan Mas Artson, tujuan utama adalah daerah Bugis Junction dengan alasan dekat dengan MRT Bugis, Mall Bugis Junction, dan Makan murah &Souvenir di Bugis Street.
Bugis Junction, 200 Victoria St, City, Singapore 18, Singapore
(1 17 56.46, 103 51 19.14)

Beberapa referensi hotel backpacker

Backpacker Cozy Corner Guest House
490 North Bridge Road, 2nd Floor, Singapore 188736 20-25 SGD/room/orang. Pas di depan Bugis Junction

Ah Chew Hostel:
496 North Bridge Rd+Liang Seah T 68370356, 20 SGD/room/orang Pas di depan Bugis Junction ( 1 17 54.91 N, 103 51 20.51)

LEE HOMESTAY
3rd Floor 490a North Bridge Rd ( 1 17 54.19, 103 51 20.61)
phone 63341608

Semua penginapan di atas ada di Jalan North Bridge didepan Mall Bugis Junction. Sebelumnya untuk memastikan saya cek lokasi via Google Earth (masukan koordinate GPS dan klik, sampai de)
Dari Cruise Center HBF kita menuju ke stasiun MRT yang hanya berjarak kurang dari 300 m masih dalam satu gedung. Rute MRT yang diambil adalah rute North-East (NE) Halbourfront-Punggol, turun Outram park Interchange ( 1 17 1.86, 103 50 18.91)-pindah kereta ke jurusan East-West (EW) Boonlay-Pasir Ris turun di Bugis.

Stasiun MRT Bugis terletak di basement Mall Bugis Junction, kita keluar di pintu masuk mall ke Jalan North Bridge, setelah menyeberang jalan kita ketemu Ah Chew Hotel, dimana lantai dasar dan lt-2 dipakai digunakan sebagai restorant. Petugas hotel menawarkan sebuah kamar AC dengan 6 tempat tidur (3 bed tingkat) seharga 60 SGD semalam, akhirnya karena kita menginap 2 malam dapat diskon menjadi 50 SGD semalam (cukup murah). 50 SGD/4 orang hanya 12.5 dollar/malam/orang, dibandingkan dengan bila kita sewa 1 kamar dengan tarif 20 SGD/malam/orang.

Kunjungi icon Singapura

Setelah beristirahat di hotel selama 2 jam, untuk hari pertama hanya mengunjungi tempat-tempat yang menjadi icon Singapura dimulai dari Esplanade (1 17 24.10, 103 51 20.30), Patung Merlion (1 17 12.66, 103 51 16.46 ) & Furlethon (1 17 11.16, 103 51 10.39)
Rute Bugis MRT ambil EW ke Boonlay turun di City hall Interchange, dari City hall ada tunnel atau lebih layak disebut mall ke Esplanade, ikuti saja plang petunjuk pas keluar escalator kita sudah berada di Esplanade. Sembari foto-foto di depan Esplanade, menuju Merlion Park melewati Esplanade Bridge. seperti hampir semua turis yang berkunjung ke Singapura kayaknya “kuduh” untuk berfoto di depan Patung Merlion dengan background Esplanade diseberang kanal dan Furlethon Hotel dan gedung menjulang tinggi di sisi yang lain.
Pemandangan kian indah pada malam hari namun, untuk mendapatkan pemandangan indah dengan bermandikan cahaya lampu kamera harus dilengkapi dengan tripot agar hasil jepretan tidak goyang.

Setelah puas di Merlion Park kita menyeberang kanal di samping Furlethon Hotel, menyelusuri Quay (Jalan setapak dipinggir kanal) sampai dengan Raffles Landing Site 1 17 15.91, 103 51 2.46 (patung “PAK” Raffles) yang di claim sebagai tempat pertama Raffless menginjakan kaki di Singapura.
Dari Raffless Landing site menyusuri Jalan Saint Andrew di Old Perlement Building, Gereja Saint Andrew (1 17 32.74, 103 51 7.80) menuju MRT Station City hall. Dari MRT city Hall kembali ke ke Hotel Ah Chew Bugis Junction. Sebelum naik ke kamar kita dinner dulu di Restaurant Ah Chew dibawah, dengan menu Nasi Hainam + bebek panggang, cukup murah 4 dollar satu porsi, not bad for budget traveller.

Hari ke-2 11 Agustus 2007

Dengan cukup istirahat di hotel semalam, rencana kita hari ini adalah ke Snow city di Jurong East dilanjutkan ke Sentosa Island sampai malam.

Snow city & Science Center
21 Jurong Town Hall Road, Snow City Building
Singapore 609433 (1 20 6.24, 103 44 5.78)
Tel: 6560 2306 Fax: 6560 1297
Email: contact@snowcity.com.sg
http://www.snowcity.com.sg/

Agaknya bagi yang belum merasakan salju atau disuatu kondisi dingin dengan suhu dibawah nol tempat ini dapat dijadikan tujuan. Walau di Mall BSM Bandung juga ada wahana seperti ini.
Dari MRT Bugis ambil Rute EW ke Boonlay, turun di Stasiun Jurong East (1 19 59.94, 103 44 31.96), ambil pintu keluar sebelah kiri ke arah Jalan Jurong Town Hall. Snow city terletak di dalam satu kompleks dengan Singapore Science Center – Omni Theatre. Ketika anda menyeberang di perempatan Jurong Town Hall Road dan Jurong East Central, anda akan langsung melihat Science Center, masuk saja ke gedung ini karena ada tunnel penghubung ke Omni Theatre dan Snow city. Tiket masuk Snow city untuk 1 jam 12 SGD, 2 jam 18 SGD, anak-anak usia 3-12 tahun tidak ada diskon. Harga ini sudah termasuk dengan sepatu boots dan winter jacket. Sarung tangan (gloves) dan celana panjang (jika tidak memakai longpants) disewa terpisah. Tadinya kita mau ambil yang 2 jam, tapi petugasnya bilang, “I would prefer 1 hour, 1 hour it’s enough, cause nothing to do there”. Satu lagi kita tidak boleh membawa kamera ke dalam karena telah disediakan juru foto (Starting November 2006), dan untuk satu buah foto yang diambil (hard or soft copy) harus ditebus seharga 10 SGD (Ambil 5 gratis 1)

Akhirnya kita ambil tiket masuk seharga 16 SGD/orang plus bonus free tiket ke Science Center. Dan memang tidak ada yang istimewa di dalam, aktifitas hanyalah snow sliding menggunakan ban, dan berfoto-foto ria di salju palsu. Suhu ruangan terlihat -7 derajat Celsius. Tapi worthed lha daripada harus terbang ke Jepang atau ke Eropa untuk merasakan salju asli.
Setelah foto-foto di patung es dan rumah eskimo, tidak sampai 1 jam kita keluar dari ruang bersalju, karena memang nggak ada dapat dilakukan di dalam sana. Foto-foto kita di salju dapat ditebus seharga 10 SGD per lembar (hardcopy atau softcopy), 3 lembar foto yang di ambil gratis 1. Harga foto hampir sama dengan tiket masuk.
Science center terletak bersebelahan dengan snow city & Omni teather. Sangat educatif untuk anak-anak dimana mereka belajar sambil beraktifitas mulai dari Ilmu Fisika, biologi, and ilmu pengetahuan lainnya. Waktu telah menunjukan pukul 2 siang, kita melanjutkan perjalanan ke Sentosa Island kembali ke Stasiun MRT Jurong East

Sentosa Island

Dari Stasiun MRT Jurong East ambil Rute EW ke Pasir Ris, turun di Outram Park Interchange ambil Rute NE ke Harborfront. Tujuan hampir sama dengan kalau kita mau pulang ke Batam.
Dari Stasiun MRT Harbourfront naik ke lantai atas Mall Harbourfront terus ke belakang. Di Cruise Center information desk dapat dibeli tiket Cable Car (gandola seperti di Ancol & TMII). Tiket PP Harbourfront-Sentosa Island pp, 16 SGD Standard cabin, dan 20 SGD untuk full glass (sehingga kita bisa melihat sekeliling dan ke bawah cabin). Cable car bertolak dari Cable Car Tower, 1 Harbour Fron, Bukit Merah (1 15 51.65, 103 49 7.58), Lt.11 dengan menggunakan lift dibelakang tiket counter. Tiket dapat juga dibeli di Tiket Counter di lobby gedung. Ada 2 lembar tiket pergi dan pulang, agar jangan sampai hilang atau terjadi, daripada kita harus membayar lagi tiket pulang nanti.
Satu cabin bisa ditumpangi maximal 6 orang. Agak takut memang ketika gandola meluncur di ketinggian 30 m di atas laut menuju Sentosa Island. Kanan kiri kita bisa menyaksikan pemandangan kota Singapura dan Pelabuhan Ferry Harbour front. Kurang dari 10 menit kita sudah sampai di Sentosa Island tepatnya di Imbiah Look out (1 15 30.12, 103 49 4.23) tempat paling tinggi di Sentosa Island.

Luge & Skydiver
Luge adalah permainan seperti go-cart tanpa mesin yang menuruni bukit dari Imbiah Look out ke Pantai Siloso. Sedangkan Skydiver seperti vice versa dari luge, yaitu menaiki kereta gantung dari pantai kembali ke bukit.
Tarif untuk 1 ride luge atau skydiver adalah 6 SGD, Namun ada paket keluarga untuk 8x luge dan Skydiver (sharing) dengan harga 46 SGD (lebih murah).

Pantai Siloso
Tidak ada istimewa di sini hanya pantai buatan dengan pasir yang diimport dari Indonesia (soalnya pas saya lihat dipasirnya masih ada label “Made in Indonesia” :( ). Hanya ada pemandangan indah, penduduk lokal dan turis yang berpakaian seksi tapi tidak seheboh Bali.

Underwater World (1 15 30.85, 103 48 40.60)
Masih di pantai Siloso anda dapat menyaksikan keunikan dunia bawah laut. Namun tidak lebih wow dari Sea World Ancol. Tarif masuk 19.90 SGD (SGD), 12.70 SGD (children), tiket ini juga termasuk melihat lumba-lumba di Dolphin bay.

Bike Rental
Sepanjang Beach Siloso Road anda dapat rental sepeda (5 SGD/jam) sambil menikmati suasana pantai.

Song of the sea (1 14 49.98, 103 49 26.55)
Wahana baru di Sentosa Island berlokasi di Siloso Beach di depan Beach Station. Sebelumnya wahana ini berlokasi di Magic fontain.Tiket masuk 6 SGD dengan waktu pertunjukan 2 x tiap Pukul 19.30 dan 20.30 (20 menit). Karena waktu itu malam minggu dan memang waktu liburan (Bulan Agustus), kita antri cukup lama. quite manifique, opera dengan kecanggihan 3-D berlayar air mancur. Setelah pertunjukan kita bertolak kembali ke harbourfront via cable car-kembali ke Bugis dengan MRT.. capek..

Hari ke-3 12 Agustus 2007

DHL Baloon Ride (1 17 56.33, 103 51 23.35)

Kita dapat naik ke atas udara setinggi 150 meter atau setingkat gedung 40 lantai, menyaksikan pemandangan indah kota Singapura.
Lokasi di Tan Quee Lan Street pas di seberang Bugis Junction dekat Ah Chew Hotel.Tarif SGD 23 adults, SGD 13 children (3 to 12 years), SGD 2 children below 3 years.
Namun waktu kita datang jam 11 pagi wahana ini dihentikan sementara karena alasan angin kencang. Mungkin di agak sore baru dapat terbang namun semuanya tergantung cuaca.
Tips agar tidak terlanjur datang ke Bugis lebih baik telepon dulu ke wahana ini sebelum datang ke +65 6338 6877.

Little India
Sekedar melihat-lihat orang keling di sana, sambil makan siang di restoran India makan Curry dan Roti Prata di Dunloop Street

China Town
Hari ini kita mengunjungi China Town untuk beli souvenir kecil-kecil dan kaos sebelum bertolak pulang ke Batam. MRT Bugis- Outram park-pindah Rute NE ke Punggol.

Pulang ke Harbour front
Di sarankan untuk datang 1 jam sebelum keberangkatan ferry ke Batam. Sebelumnya kita harus check-in ulang ke counter Penguin dan diberi kartu boarding, membayar tax sebesar 12 SGD/orang, melewati Imigrasi untuk dicap passport dan menunggu panggilan boarding ke ferry di ruang tunggu. Kita bertolak ke BS pukul 5.10 pm

Batam Center-Hang Nadim- Cengkareng
Ferry tiba di Pukul 5 (1 jam perjalanan minus 1 jam) Dengan tergesa-gesa kita menuju Bandara Hang Nadim, namun seperti biasa Airasia selalu delay. Pesawat take off menuju CGK jam 7 pm padahal ETD pukul 6.10 pm.
Tiba di CGK pukul 9.00 terus pulang de ke rumah, walau perasaan masih di Singapura.
OK see you on next travel :)

Sumber Artikel: http://ikman.wordpress.com/2007/08/24/liburan-ke-singapura-via-batam-10-12-agustus-07/

No Comments
Gabung di Group Wisata Singapura Untuk bertanya dan sharing informasi tentang berwisata ke Singapura, silahkan Anda bergabung ke Group Wisata Singapura. Di group ini Anda bisa berinteraksi dengan member-member yang lain agar Anda sekalian bisa bertukar pikiran, memberikan masukkan kepada teman yang lain, juga bisa sharing tentang pengalaman liburan Anda di Singapura. Klik di link berikut untuk bergabung ke Group Wisata Singapura.
« Older Posts