Tidak seperti tulisan saya terdahulu yang memberikan judul pada suatu perjalanan diawali dengan kata “tips Perjalanan…” kali ini saya hanya bermaksud berbagi cerita kepada teman-teman yang mungkin berencana berlibur karena untuk tips yang lebih lengkap teman-teman dapat menjadikan blog Pak Indra sebagai referensi handal tentang Tips Perjalanan ke Singapura
Tiket Airasia
Liburan ke Singapura ini hanya 3 hari yaitu dari Tanggal 10-12 Agustus 2007, sangat singkat memang. Liburan kali ini hanya bermaksud mengajak seorang keponakan yang berulang tahun ke 12 dan tante saya yang sudah lama mempunyai passport namun belum pernah ke pergi ke luar negeri. Kebetulan harga tiket Airasia Jakarta-Batam tidak begitu mahal hanya 130 ribu ++ tax hanya 300 ribuan. Total harga tiket pp untuk 4 orang kurang dari 3 juta (baca :sangat murah)
Jakarta-Batam
Seperti liburan ke Singapura terdahulu kita menempuh perjalanan via Batam untuk menghindari fiskal sebesar 1 juta Rupiah bila berpergian ke luar negeri via Airport Soekarna-Hatta. Pesawat take off jam 6.30 pagi tiba di Bandara Hang Nadim Batam jam 8.10.
Tiket Ferry
Seperti tips dari Pak Indra, akan lebih murah membeli tiket ferry Batam Center (BC)-Harbourfront(HBF) SG di Bandara Hang Nadim, Biasanya ada dua counter yang menjual tiket di bandara ini, namun waktu itu karena masih sangat pagi hanya 1 counter yang buka yaitu di front desk pas pintu keluar arrival. Ada banyak ferry yang melayani rute BC-HBF, antara lain Penguin, Ocean Jade, Wavemaster (terhitung ..) hanya melayani rute Batu Ampar-HBF).
Seperti sebelumnya pilihan kita jatuh ke Penguin karena alasan ferry baru dan lebih besar serta jadwal keberangkatan hampir setiap satu jam. Harga tiket 14 SGD, disarankan membayar dalam SGD karena kalau dalam Rupiah ratenya biasanya lebih mahal. Harga tiket 14 SGD adalah tiket return (pulang pergi) ada 2 bagian tiket, satu akan di sobek pada waktu check-in di BC dan sobekan satu lagi harap di simpan untuk diserahkan pada waktu check-in di HBF pada saat kepulangan. Apabila sobekan tiket ini hilang anda harus membeli tiket one way HBF-BC kembali dengan harga yang lebih mahal sekitar 25 SGD.
Taxi Hang Nadim – BC
Setelah keluar dari pintu arrival telah menunggu taxi, tidak perlu pilih-pilih karena semua tarif taxi sudah fixed. Untuk tujuan Hang Nadim-BC sebesar Rp 70 ribu. Hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit dari Hang Nadim ke BC. Kita berusaha untuk menyeberang pada jadwal ferry jam 9.00.
Batam Center (1 7 51.13, 104 3 18.46)
Sesampai di BC langsung check in ke Counter Ferry Penguin dengan menyerahkan tiket beserta passport ke counter Penguin. Kita harus membayar pajak pelabuhan sebesar 3 SGD/ orang. Sekali lagi diusahakan membayar dalam SGD karena kalau dengan Rupiah ratenya lebih tinggi. Petugas counter akan mem-print 2 lembar formulir imigrasi yaitu untuk Imigrasi Indonesia di BC dan satu lagi untuk Imingrasi Singapura di HBF. Kita tidak perlu lagi mengisi formulir karena informasi telah tercetak di formulir tersebut. Masing-masing formulir ini ada 2 bagian yang akan disobek oleh petugas pada waktu keluar dan masuk (re-entry) di Imigrasi BC dan pada waktu masuk dan keluar Imigrasi SG. Seperti halnya tiket agar jangan sampai hilang. Karena bila hilang akan memperlambat proses imigrasi karena kita harus mengisi data kembali pada formulir yang baru.
Setelah itu kita menujuh counter Fiskal yang terletak di lantai dasar pojok sebelah kiri pas di samping bawah escalator yang menuju ruang keberangkatan. Karena kita berempat maka diharuskan membayar 4 x Rp 500 ribu. Namun untungnya keponakan saya belum genap 12 tahun sehingga dia dibebaskan untuk membayar fiskal namun harus melampirkan fotocopy passport. Fotocopy tersedia di bawah escalator kanan dengan tarif Rp. 3000/ passport.
Apabila kita membawa koper dan luggage dapat dimasukkan ke dalam tempat menerimaan bagasi di bawah eskalator di sebelah kanan.
Imigrasi BC
Setelah membayar fiskal, naik ke atas ke ruang keberangkatan kita diberikan tanda bukti fiskal warna kuning yang akan ditunjukkan ke petugas, memasukan tas hand carry ke dalam X- Ray dan menuju counter Imigrasi dimana passport kita akan di cap dan satu sobekan kartu Imigrasi akan diambil dan sobekan lainnya ditinggalkan di dalam passport kita. Diharap untuk tidak meninggalkan sobekan ini karena pada waktu masuk kembali ke Indonesia (BC) kertas ini akan diminta, jika hilang kita harus mengisi baru dan akan memakan waktu lebih lama.
Ferry Boarding
Setelah melewati counter imigrasi kita langsung boarding ke Ferry, pas di pintu masuk ferry, kita diminta untuk menunjukkan boarding pass kembali. Kita dapat memilih tempat duduk sendiri ada 2 deck yang tersedia, dan deck atas untuk smoking area sambil menikmati pemandangan laut yang indah. Sempatkan untuk melengkapi formulir Imigrasi Singapura pada kolom address asal dan address hotel tempat menginap di Singapura.
Merapat di Halbourfront (HBF) (1 15 48.32, 103 49 12.15)
Setelah perjalanan lebih dari 1 jam, pukul 10.20 WIB atau 11.20 Waktu Singapura kita merapat di HBF setelah sebelumnya perlahan-lahan ferry menyelusuri Sentosa Island. HBF adalah pelabuhan ferry penghubung Singapura dengan BC, Sekupang dan pelabuhan ferry lainnya. Pelabuhan HBF ini juga tergabung dengan mall halbourfront dan stasiun MRT. Setelah disembark dari ferry kita menuju ke counter Imigrasi Singapura. Agak lain kali ini, terakhir saya datang pada Bulan Agustus tahun lalu, banyak polisi yang membawa senapan seakan-akan menunjukan shock terapi, sehingga saya sangat terhina waktu itu (ngerasa aja kayaknya Orang Indonesia seperti teroris), kali ini tidak ada satupun polisi di counter imigrasi. Setelah antri selama hampir 20 menit kita mendapat cap pada passport kita. Pemerintah Singapura mempunyai policy untuk warga negara-negara ASEAN memasuki Singapura tanpa Visa dengan izin tinggal hanya 15 hari yang lazimnya disebut Social Visit. Perlu diperhatikan jangan sampai kita tinggal di Singapura lebih dari batas waktu yang ditentukan karena bisa dianggap sebagai pendatang gelap. Hati-hati juga jangan sampai kehilangan passport, karena urusannya bisa jadi berabe, jika hilang kita harus mengurusi penerbitan passport baru di Konsulat RI di Singapura.
Setelah melewati counter imigrasi, bila kita membawa barang-barang kena pajak seperti cigarette dan minuman beralkohol kita harus “declare” dan membayar pajak tertentu sesuai dengan itemnya. Bila ketahuan kita membawa barang-barang kena pajak dan tidak di declare dan ketahuan di X-ray maka kita akan mendapat penalty dengan lebih besar dari pajaknya. Apabila kita tidak membawa barang kena pajak, kita diminta melewati X-ray dengan memasukkan barang hand carry. Setelah itu kita keluar dan bila membawa bagasi dapat mengambilnya di baggage claim disebelah kiri pintu keluar.
Penginapan
Hal pertama yang dilakukan adalah menuju penginapan. Sesuai dengan referensi dari blog Pak Indra dan Mas Artson, tujuan utama adalah daerah Bugis Junction dengan alasan dekat dengan MRT Bugis, Mall Bugis Junction, dan Makan murah &Souvenir di Bugis Street.
Bugis Junction, 200 Victoria St, City, Singapore 18, Singapore
(1 17 56.46, 103 51 19.14)
Beberapa referensi hotel backpacker
Backpacker Cozy Corner Guest House
490 North Bridge Road, 2nd Floor, Singapore 188736 20-25 SGD/room/orang. Pas di depan Bugis Junction
Ah Chew Hostel:
496 North Bridge Rd+Liang Seah T 68370356, 20 SGD/room/orang Pas di depan Bugis Junction ( 1 17 54.91 N, 103 51 20.51)
LEE HOMESTAY
3rd Floor 490a North Bridge Rd ( 1 17 54.19, 103 51 20.61)
phone 63341608
Semua penginapan di atas ada di Jalan North Bridge didepan Mall Bugis Junction. Sebelumnya untuk memastikan saya cek lokasi via Google Earth (masukan koordinate GPS dan klik, sampai de)
Dari Cruise Center HBF kita menuju ke stasiun MRT yang hanya berjarak kurang dari 300 m masih dalam satu gedung. Rute MRT yang diambil adalah rute North-East (NE) Halbourfront-Punggol, turun Outram park Interchange ( 1 17 1.86, 103 50 18.91)-pindah kereta ke jurusan East-West (EW) Boonlay-Pasir Ris turun di Bugis.
Stasiun MRT Bugis terletak di basement Mall Bugis Junction, kita keluar di pintu masuk mall ke Jalan North Bridge, setelah menyeberang jalan kita ketemu Ah Chew Hotel, dimana lantai dasar dan lt-2 dipakai digunakan sebagai restorant. Petugas hotel menawarkan sebuah kamar AC dengan 6 tempat tidur (3 bed tingkat) seharga 60 SGD semalam, akhirnya karena kita menginap 2 malam dapat diskon menjadi 50 SGD semalam (cukup murah). 50 SGD/4 orang hanya 12.5 dollar/malam/orang, dibandingkan dengan bila kita sewa 1 kamar dengan tarif 20 SGD/malam/orang.
Kunjungi icon Singapura
Setelah beristirahat di hotel selama 2 jam, untuk hari pertama hanya mengunjungi tempat-tempat yang menjadi icon Singapura dimulai dari Esplanade (1 17 24.10, 103 51 20.30), Patung Merlion (1 17 12.66, 103 51 16.46 ) & Furlethon (1 17 11.16, 103 51 10.39)
Rute Bugis MRT ambil EW ke Boonlay turun di City hall Interchange, dari City hall ada tunnel atau lebih layak disebut mall ke Esplanade, ikuti saja plang petunjuk pas keluar escalator kita sudah berada di Esplanade. Sembari foto-foto di depan Esplanade, menuju Merlion Park melewati Esplanade Bridge. seperti hampir semua turis yang berkunjung ke Singapura kayaknya “kuduh” untuk berfoto di depan Patung Merlion dengan background Esplanade diseberang kanal dan Furlethon Hotel dan gedung menjulang tinggi di sisi yang lain.
Pemandangan kian indah pada malam hari namun, untuk mendapatkan pemandangan indah dengan bermandikan cahaya lampu kamera harus dilengkapi dengan tripot agar hasil jepretan tidak goyang.
Setelah puas di Merlion Park kita menyeberang kanal di samping Furlethon Hotel, menyelusuri Quay (Jalan setapak dipinggir kanal) sampai dengan Raffles Landing Site 1 17 15.91, 103 51 2.46 (patung “PAK” Raffles) yang di claim sebagai tempat pertama Raffless menginjakan kaki di Singapura.
Dari Raffless Landing site menyusuri Jalan Saint Andrew di Old Perlement Building, Gereja Saint Andrew (1 17 32.74, 103 51 7.80) menuju MRT Station City hall. Dari MRT city Hall kembali ke ke Hotel Ah Chew Bugis Junction. Sebelum naik ke kamar kita dinner dulu di Restaurant Ah Chew dibawah, dengan menu Nasi Hainam + bebek panggang, cukup murah 4 dollar satu porsi, not bad for budget traveller.
Hari ke-2 11 Agustus 2007
Dengan cukup istirahat di hotel semalam, rencana kita hari ini adalah ke Snow city di Jurong East dilanjutkan ke Sentosa Island sampai malam.
Snow city & Science Center
21 Jurong Town Hall Road, Snow City Building
Singapore 609433 (1 20 6.24, 103 44 5.78)
Tel: 6560 2306 Fax: 6560 1297
Email: contact@snowcity.com.sg
http://www.snowcity.com.sg/
Agaknya bagi yang belum merasakan salju atau disuatu kondisi dingin dengan suhu dibawah nol tempat ini dapat dijadikan tujuan. Walau di Mall BSM Bandung juga ada wahana seperti ini.
Dari MRT Bugis ambil Rute EW ke Boonlay, turun di Stasiun Jurong East (1 19 59.94, 103 44 31.96), ambil pintu keluar sebelah kiri ke arah Jalan Jurong Town Hall. Snow city terletak di dalam satu kompleks dengan Singapore Science Center – Omni Theatre. Ketika anda menyeberang di perempatan Jurong Town Hall Road dan Jurong East Central, anda akan langsung melihat Science Center, masuk saja ke gedung ini karena ada tunnel penghubung ke Omni Theatre dan Snow city. Tiket masuk Snow city untuk 1 jam 12 SGD, 2 jam 18 SGD, anak-anak usia 3-12 tahun tidak ada diskon. Harga ini sudah termasuk dengan sepatu boots dan winter jacket. Sarung tangan (gloves) dan celana panjang (jika tidak memakai longpants) disewa terpisah. Tadinya kita mau ambil yang 2 jam, tapi petugasnya bilang, “I would prefer 1 hour, 1 hour it’s enough, cause nothing to do there”. Satu lagi kita tidak boleh membawa kamera ke dalam karena telah disediakan juru foto (Starting November 2006), dan untuk satu buah foto yang diambil (hard or soft copy) harus ditebus seharga 10 SGD (Ambil 5 gratis 1)
Akhirnya kita ambil tiket masuk seharga 16 SGD/orang plus bonus free tiket ke Science Center. Dan memang tidak ada yang istimewa di dalam, aktifitas hanyalah snow sliding menggunakan ban, dan berfoto-foto ria di salju palsu. Suhu ruangan terlihat -7 derajat Celsius. Tapi worthed lha daripada harus terbang ke Jepang atau ke Eropa untuk merasakan salju asli.
Setelah foto-foto di patung es dan rumah eskimo, tidak sampai 1 jam kita keluar dari ruang bersalju, karena memang nggak ada dapat dilakukan di dalam sana. Foto-foto kita di salju dapat ditebus seharga 10 SGD per lembar (hardcopy atau softcopy), 3 lembar foto yang di ambil gratis 1. Harga foto hampir sama dengan tiket masuk.
Science center terletak bersebelahan dengan snow city & Omni teather. Sangat educatif untuk anak-anak dimana mereka belajar sambil beraktifitas mulai dari Ilmu Fisika, biologi, and ilmu pengetahuan lainnya. Waktu telah menunjukan pukul 2 siang, kita melanjutkan perjalanan ke Sentosa Island kembali ke Stasiun MRT Jurong East
Sentosa Island
Dari Stasiun MRT Jurong East ambil Rute EW ke Pasir Ris, turun di Outram Park Interchange ambil Rute NE ke Harborfront. Tujuan hampir sama dengan kalau kita mau pulang ke Batam.
Dari Stasiun MRT Harbourfront naik ke lantai atas Mall Harbourfront terus ke belakang. Di Cruise Center information desk dapat dibeli tiket Cable Car (gandola seperti di Ancol & TMII). Tiket PP Harbourfront-Sentosa Island pp, 16 SGD Standard cabin, dan 20 SGD untuk full glass (sehingga kita bisa melihat sekeliling dan ke bawah cabin). Cable car bertolak dari Cable Car Tower, 1 Harbour Fron, Bukit Merah (1 15 51.65, 103 49 7.58), Lt.11 dengan menggunakan lift dibelakang tiket counter. Tiket dapat juga dibeli di Tiket Counter di lobby gedung. Ada 2 lembar tiket pergi dan pulang, agar jangan sampai hilang atau terjadi, daripada kita harus membayar lagi tiket pulang nanti.
Satu cabin bisa ditumpangi maximal 6 orang. Agak takut memang ketika gandola meluncur di ketinggian 30 m di atas laut menuju Sentosa Island. Kanan kiri kita bisa menyaksikan pemandangan kota Singapura dan Pelabuhan Ferry Harbour front. Kurang dari 10 menit kita sudah sampai di Sentosa Island tepatnya di Imbiah Look out (1 15 30.12, 103 49 4.23) tempat paling tinggi di Sentosa Island.
Luge & Skydiver
Luge adalah permainan seperti go-cart tanpa mesin yang menuruni bukit dari Imbiah Look out ke Pantai Siloso. Sedangkan Skydiver seperti vice versa dari luge, yaitu menaiki kereta gantung dari pantai kembali ke bukit.
Tarif untuk 1 ride luge atau skydiver adalah 6 SGD, Namun ada paket keluarga untuk 8x luge dan Skydiver (sharing) dengan harga 46 SGD (lebih murah).
Pantai Siloso
Tidak ada istimewa di sini hanya pantai buatan dengan pasir yang diimport dari Indonesia (soalnya pas saya lihat dipasirnya masih ada label “Made in Indonesia” ). Hanya ada pemandangan indah, penduduk lokal dan turis yang berpakaian seksi tapi tidak seheboh Bali.
Underwater World (1 15 30.85, 103 48 40.60)
Masih di pantai Siloso anda dapat menyaksikan keunikan dunia bawah laut. Namun tidak lebih wow dari Sea World Ancol. Tarif masuk 19.90 SGD (SGD), 12.70 SGD (children), tiket ini juga termasuk melihat lumba-lumba di Dolphin bay.
Bike Rental
Sepanjang Beach Siloso Road anda dapat rental sepeda (5 SGD/jam) sambil menikmati suasana pantai.
Song of the sea (1 14 49.98, 103 49 26.55)
Wahana baru di Sentosa Island berlokasi di Siloso Beach di depan Beach Station. Sebelumnya wahana ini berlokasi di Magic fontain.Tiket masuk 6 SGD dengan waktu pertunjukan 2 x tiap Pukul 19.30 dan 20.30 (20 menit). Karena waktu itu malam minggu dan memang waktu liburan (Bulan Agustus), kita antri cukup lama. quite manifique, opera dengan kecanggihan 3-D berlayar air mancur. Setelah pertunjukan kita bertolak kembali ke harbourfront via cable car-kembali ke Bugis dengan MRT.. capek..
Hari ke-3 12 Agustus 2007
DHL Baloon Ride (1 17 56.33, 103 51 23.35)
Kita dapat naik ke atas udara setinggi 150 meter atau setingkat gedung 40 lantai, menyaksikan pemandangan indah kota Singapura.
Lokasi di Tan Quee Lan Street pas di seberang Bugis Junction dekat Ah Chew Hotel.Tarif SGD 23 adults, SGD 13 children (3 to 12 years), SGD 2 children below 3 years.
Namun waktu kita datang jam 11 pagi wahana ini dihentikan sementara karena alasan angin kencang. Mungkin di agak sore baru dapat terbang namun semuanya tergantung cuaca.
Tips agar tidak terlanjur datang ke Bugis lebih baik telepon dulu ke wahana ini sebelum datang ke +65 6338 6877.
Little India
Sekedar melihat-lihat orang keling di sana, sambil makan siang di restoran India makan Curry dan Roti Prata di Dunloop Street
China Town
Hari ini kita mengunjungi China Town untuk beli souvenir kecil-kecil dan kaos sebelum bertolak pulang ke Batam. MRT Bugis- Outram park-pindah Rute NE ke Punggol.
Pulang ke Harbour front
Di sarankan untuk datang 1 jam sebelum keberangkatan ferry ke Batam. Sebelumnya kita harus check-in ulang ke counter Penguin dan diberi kartu boarding, membayar tax sebesar 12 SGD/orang, melewati Imigrasi untuk dicap passport dan menunggu panggilan boarding ke ferry di ruang tunggu. Kita bertolak ke BS pukul 5.10 pm
Batam Center-Hang Nadim- Cengkareng
Ferry tiba di Pukul 5 (1 jam perjalanan minus 1 jam) Dengan tergesa-gesa kita menuju Bandara Hang Nadim, namun seperti biasa Airasia selalu delay. Pesawat take off menuju CGK jam 7 pm padahal ETD pukul 6.10 pm.
Tiba di CGK pukul 9.00 terus pulang de ke rumah, walau perasaan masih di Singapura.
OK see you on next travel
Sumber Artikel: http://ikman.wordpress.com/2007/08/24/liburan-ke-singapura-via-batam-10-12-agustus-07/


